Pendidikan & Kesehatan

BSI Bantu Ventilator dan APD Covid-19 kepada Gugus Tugas Jatim!

Surabaya (beritajatim.com) – Berkenaan dengan penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Jatim, PT Bumi Suksesindo (BSI) turut berkontribusi melalui penyediaan dua ventilator dan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis maupun yang berkepentingan dan berhak. Pengadaan APD ini turut difasilitasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia.

Dukungan PT BSI khususnya dan PT Merdeka Copper Gold (MCG) umumnya terhadap Pemprov Jatim atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim diimplementasikan dalam berbagai bentuk. Termasuk menerapkan panduan, protokol dan standar operation procedure (SOP) penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 tidak hanya di operasi bisnis perusahaan, tetapi juga hingga di keseharian seluruh jajaran manajemen dan karyawan/staf/pekerja.

“Kami berharap dukungan kami dapat meningkatkan kesiagaan Provinsi Jatim dalam menangani Covid-19 ini,” kata Direktur PT BSI, Cahyono Seto kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (1/7/2020).

Seto melanjutkan bahwa bantuan Covid-19 ini tidak hanya di tingkat provinsi. Perusahaan juga berkontribusi dalam upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Pesanggaran, kegiatan pembagian masker dan paket sembako kepada masyarakat masih terus berlanjut.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satgas Covid-19 PT BSI bekerja sama dengan relawan yang ada di Pesanggaran.
“Ada dua Posko Covid-19 yang hingga hari ini masih beroperasi memberikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat,” kata Seto.

Hingga 30 Juni 2020, PT BSI tercatat sudah menyalurkan bantuan sebesar lebih Rp 3 miliar dalam bentuk ventilator, alat rapid test, tandon cuci tangan portable, sabun cuci tangan, hand sanitizer, masker kain, masker N95, thermogun, sarung tangan karet, sarung tangan lateks, sarung tangan karet panjang, pelindung wajah, baju hazmat, sepatu but karet, serta paket sembako.

Peran serta aktif PT BSI dalam penanggulangan Covid-19 juga diterapkan di lingkungan kerjanya di dalam site. Dalam seluruh kegiatan operasinya, senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang ketat dan saksama: memeriksa suhu dan disinfektan setiap pengunjung, melakukan karantina 14 hari bagi karyawan yang datang dari luar Banyuwangi dan, setelahnya, yang bersangkutan baru boleh aktif bekerja setelah mendapatkan surat keterangan sehat, memeriksa suhu tubuh setiap hari, mewajibkan pemakaian masker, menyemprotkan disinfektan secara rutin, menerapkan penjarakan fisik, hingga menutup kunjungan dalam jumlah besar ke area site atau mine tour. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar