Pendidikan & Kesehatan

Bravo Jatim, Hari Ini Pecahkan Rekor Kesembuhan Tertinggi Selama Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Pasien positif Covid-19 Jatim yang dinyatakan sembuh bertambah 292 orang pada Rabu (3/6/2020) hari ini. Dengan tambahan itu, total pasien positif Covid-19 yang sembuh di Jatim mencapai 1.091 orang atau setara 20,55 persen.

Kurva kesembuhan pasien di Jawa Timur hari ini naik tajam melebihi jumlah kasus baru. Ini karena sembuh tambah 292 dan kasus positif baru tambah 172.

“Hari ini kesembuhan tertinggi selama pandemi, yakni 292 orang sembuh, kemarin 100 sembuh, sebelumnya 45 orang sembuh. Kesembuhan sekarang tembus 1.091 orang. Kurva kesembuhan naik drastis dari 13,03 persen menjadi 20,55 persen. Ini merupakan hasil gotong-royong dari pemerintah, tenaga kesehatan, bantuan dari Kemenkes dan BNPB, inovasi di bidang kesehatan dan peningkatan kapasitas lab, peningkatan kapasitas bed di berbagai RS serta pengembangan RS Darurat,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (3/6/2020) malam.

Khofifah pun menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh tenaga medis dan paramedis yang bekerja keras luar biasa.

“Terus meningkatnya angka kesembuhan di Jatim ini berkat kerja keras tim tenaga kesehatan di 38 kabupaten/kota. Perang melawan Covid-19 ini belum berakhir. Jadi, kepada masyarakat dimohon tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, per hari ini juga terdapat penambahan kasus sebanyak 172 kasus baru, sehingga total kasus positif Jatim bertambah hingga 5.310.

Adapun jumlah pasien meninggal secara keseluruhan berjumlah 437 orang. Hari ini ada tambahan 8 kasus baru meninggal. Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6.876, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 25.018, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 19.090.

Khofifah mengatakan, dirinya berharap ke depan angka kematian di Jatim bisa terus ditekan bahkan sampai nol dan angka kesembuhan bisa semakin bertambah.

Selain itu, pasien yang sembuh dapat turut serta mengkampanyekan dan mengedukasi masyakarat untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya dan diri sesuai dengan protokol kesehatan penanganan wabah Covid-19.

Menurutnya, akan lain ceritanya jika para penyintas Covid-19 ini yang mengedukasi masyarakat. Karena referensi dalam proses tersebut berasal dari pengalaman pribadi.

“Kita harus gotong royong menyelesaikan wabah ini. Tidak bisa hanya pemerintah atau tim tenaga kesehatan saja, tapi semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, Covid-19 ini merupakan penyakit yang menjangkiti seluruh kalangan usia, tidak terkecuali. Baik dewasa, remaja, lansia sampai dengan bayi atau balita

“Tidak ada istilah kebal. Semua punya potensi yang sama untuk tertular. Maka dari itu, tetap waspada dan tidak menyepelekan,” pungkasnya. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar