Pendidikan & Kesehatan

BPJS Kesehatan Terapkan Mekanisme Relaksasi Bagi Peserta yang Nunggak Iuran

Bojonegoro (beritajatim.com) – Selama pandemi Covid-19 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro banyak yang menunggak pembayaran iuran. Tercatat sudah ada sebanyak 65 ribu peserta yang nunggak dengan jumlah tagihan sebesar kurang lebih Rp40 miliar.

Sebagai bentuk keringanan kepada peserta yang menunggak iuran ditengah situasi wabah seperti saat ini, BPJS Kesehatan menerapkan sistem mekanisme relaksasi. Kebijakan tersebut diperuntukkan bagi peserta Badan Usaha Swasta maupun Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.

“Kebijakan yang ada dengan mekanisme relaksasi untuk peserta badan usaha yang menunggak atau pun peserta PBPU yang menunggak lebih dari enam bulan,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo, Kamis (30/7/2020).

Sesuai ketentuan, kebijakan relaksasi itu diberlakukan agar peseta yang nunggak bisa mendapatkan atau mengakses pelayanan kesehatan. Program relaksasi tersebut, kata Janoe, pendaftarannya hanya dibatasi hingga Desember 2020. Sedangkan untuk sisa tunggakan bisa dicicil hingga Desember 2021.

“Program relaksasi ini dengan membayarkan iuran minimal 7 bulan iuran, dengan rincian enam bulan iuran tertunggak dan satu bulan iuran berjalan,” terangnya.

“Sistem di JKN KIS ini tidak bisa dilakukan pencabutan dan berlaku seumur hidup seperti NIK,” pungkasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar