Pendidikan & Kesehatan

BPBD Ponorogo Semprot Disinfektan di Lokasi Kluster Perkantoran

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebagai upaya pemutusan rantai penularan Covid-19, BPBD Ponorogo melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan kantor Pemkab Ponorogo. Itu setelah muncul kluster perkantoran yang menyebabkan 13 pegawainya terpapar Covid-19.

“Ini upaya kami untuk memutus rantai penularan, sebab dari 13 pegawai yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, dikhawatirkan ada lonjakan kasus di salah satu kantor tersebut,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Selasa (1/12/2020).

Dalam seminggu ini, kata Budi sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebanyak tiga kali lingkungan Pemkab setempat. Terutama di kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), khususnya di bidang pendapatan. Sebab, disitulah pertama kali muncul kluster perkantoran. Dimana salah satu pegawai pulang dari luar kota, sakit terus meninggal dan saat itu dinyatakan positif Covid-19. Dari situ timbulah 12 lagi kasus baru yang merupakan rekan satu ruangan pegawai yang meninggal tersebut.

“Kami juga lakukan penyemprotan cairan disinfektan di kantor BPPKAD yang berada di gedung lantai 8,” katanya.

Namun, yang menjadi prioritas di kantor BPPKAD dibidang pendapatan tersebut. Selain itu jika ada permintaan penyemprotan di satker lain, pasti akan dilakukan penyemprotan.

“Kami menunggu permintaan sebelum melakukan penyemprotan, karena kami juga tidak tahu tempat yang ada yang reaktif-nya,” pungkasnya.

Perkembangan terakhir Covid-19 di Ponorogo, jumlah kumulatif kasus positif ada 661 orang. Dengan pasien yang menjalani isolasi ada 63 orang. Sedangkan pasien yang sembuh ada 571 dan pasien yang meninggal mencapai 27 orang. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar