Pendidikan & Kesehatan

BPBD Jatim Jalankan Program Pamor Keris di Terminal Purabaya

Sidoarjo (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Jawa Timur dibantu Satpol PP Pemrov Jawa Timur serta elemen masyarakat, melakukan penyemprotan disinfektan dan bagi-bagi masker di Terminal Purabaya Bungurasih Waru Rabu (2/2/2022).

Sasaran penyeprotan adalah seluruh area terminal, termasuk bodi bus yang ada di terminal. Kegiatan ini tindak lanjut dari rapat kordinasi Gubernur Jawa Timur bersama Pandam V Brawijaya dan Kapolda Jatim dalam program Pamor Keris (Patroli Bermotor Penegakan Protokol Kesehatan Masyarakat) untuk menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 varian omicron yang kasus aktifnya mulai menyerang Jawa Timur.

Dikatakan Kalaksa BPBD Jawa Timur Budi Santosa, kegiatan di Bungurasih ini menjalankan instruksi Gubernur Jawa Timur dalam mencegah penyebaran Covid-19, yang sampai saat ini masih belum aman.

Kasus aktif Covid-19 varian omicron di Jawa Timur mengalami kenaikan. Makanya program program Pamor Keris ini terus digalakkan. Sasaran kegiatan Pamor Keris, ya tempat-tempat yang menimbulkan adanya kerumunan warga. Seperti terminal, pasar-pasar, tempat perbelanjaan dan lain sebagainya.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Mulai memakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan tidak berkerumun dengan mengabaikan prokes yang ada,” katanya

Kadishub Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim bagikan masker ke para penumpang bus

Dalam menjalankan program Pamor Keris di tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan warga, pihaknya juga akan menggandeng dengan Dinas Kesehatan dalam penyediaan tenaga kesehatan yang di perlukan. “Posko kesehatan sangat penting untuk diadakan. Termasuk juga nanti akan melibatkan aparat keamanan,” tambahnya.

Sementara Kadishub Jawa Timur Nyono menambahkan, dalam menjalankan program Pamor Keris, pihaknya juga meminta kepada awak bus untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan atau memberikan masker kepada para penumpang yang kedapatan tidak memakai masker.

“Syukur dalam bus disediakan masker untuk antisipasi penumpang yang naik dan tidak memakai masker. Jika mau minta ke dinasnya atau ke BPBD dalam soal penyediaan masker, tentu akan diberikan,” imbuhnya.

Masih kata Nyono, dalam kondisi seperti ini, pihaknya bersama dinas terkait lainnya, akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam soal menjaga protokol kesehatan. “Mari semua bahu-membahu, mulai dari pemerintah, masyarakat dan lainnya, secara bersama-sama menekan atau mencegah penyebaran Covid-19, demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar