Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bolos Sekolah dan Cangkruk di Warkop, Belasan Pelajar Lamongan Diangkut Satpol PP

Belasan pelajar Lamongan yang terjaring operasi Kasih Sayang yang digelar Satpol PP, Selasa (8/3/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Belasan pelajar Lamongan yang bolos dan nongkrong di warung kopi saat jam sekolah dijaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan dalam Operasi Kasih Sayang, pada Selasa (8/3/2022) hari ini.

Tak hanya pelajar tingkat SLTA, mereka yang terjaring ini juga ada yang dari tingkat SLTP. Bahkan, dua di antara yang kedapatan bolos dan cangkruk di warkop yang berada di jalan Veteran dan jalan Sunan Kalijaga ini adalah siswi.

Saat terkena razia, sejumlah pelajar itu kaget dan mencoba kabur dari pengawasan petugas. Namun, karena warung sudah dikepung oleh anggota Satpol PP, mereka akhirnya tak punya kesempatan untuk menghindar.

“Saat terjaring oleh petugas, mereka cangkruk ngopi di warung. Para pelajar ini sempat berkelit dan ada saja alasannya,” ucap Kabid Penegakan Perda, Safari kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Belasan pelajar Lamongan yang terjaring operasi Kasih Sayang yang digelar Satpol PP, Selasa (8/3/2022).

Safari menuturkan, meski para pelajar yang terjaring ini mengungkapkan berbagai alasan, namun petugas tak terkecoh dan luluh dengan alasan yang dikemukakan mereka. Sehingga para petugas pun tetap membawa mereka ke Kantor Satpol PP.

“Mereka lalu diangkut menggunakan truk dan dibawa ke Kantor Satpol PP, yang berada di jalan Mastrip nomor 20. Tercatat, ada 18 pelajar yang asyik ngopi dan bolos saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung,” terangnya.

Saat berada di Kantor Satpol PP, Safari menjelaskan, para pelajar ini ditanyai satu persatu terkait alasan mereka meninggalkan jam pelajaran sekolah dan alasan mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan cangkrukan di warkop.

Belasan pelajar Lamongan yang terjaring operasi Kasih Sayang yang digelar Satpol PP, Selasa (8/3/2022).

“Ya kami sanksi. Kami sepakat untuk memberi sanksi kepada mereka agar ada efek jera sehingga tak mengulangi perbuatannya lagi,” papar Safari.

Masih kata Safari, bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada belasan pelajar ini bukanlah sanksi fisik yang tak manusiawi, namun lebih mengarah pada pendidikan dan pembinaan, yakni mereka diminta untuk praktik baris berbaris, bagi pelajar putra maupun putri.

Tak cukup itu, para pelajar yang terjaring juga diminta untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri. Ternyata, para pelajar tersebut tak cukup cakap dalam mempraktikkan PBB. Bahkan, saat menyanyi pun masih saja ada yang tak hafal syair lagunya.

“Tapi bisa dilihat, saat praktik baris berbaris (PBB) semuanya banyak yang belingsatan, tidak teratur dan tidak ada yang sikap sempurna. Saat menyanyikan lagu Padamu Negeri juga ada yang tak hafal syairnya,” bebernya.

Lebih jauh, Safari menjelaskan, jika sanksi-sanksi itu dimaksudkan semata-mata untuk membina mental dan kedisiplinan para siswa. Ia juga berharap, bahwa operasi Kasih Sayang ini akan menekan kenakalan para siswa.

“Kami lakukan pendekatan persuasif. Mereka anak-anak yang perlu dibina. Sebelum diperbolehkan pulang, mereka diminta dengan kesadaran sendiri untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar