Pendidikan & Kesehatan

Blended Learning, Sekolah di Banyuwangi Ini Padukan 2 Sistem Pembelajaran

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hampir seluruh sekolah di Banyuwangi telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Khusus sekolah dasar telah semua melakukan PTM, meskipun terbatas.

Rata-rata, setiap sekolah menggunakan sistem pembelajaran terbatas. Pembelajaran di dalam kelas dengan kuota siswa dibatasi, sisanya memberikan tugas yang dikerjakan di rumah melalui daring.

Tapi, salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kota Banyuwangi bahkan menerapkan sistem pembelajaran yang dinilai berbeda dengan sekolah lainnya. Sekolah SD Negeri 1 Lateng ini justru menggabungkan dua sistem tersebut secara bersamaan.

Kepala Sekolah SDN 1 Lateng, Banyuwangi Lina Kamalin. (rindi)

“Selama PTM kali ini memang beda dengan PTM saat pandemi. Saat ini kami membagi siswa dengan beberapa shift, sehingga pelayanan pendidikan kami juga berbeda,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Lateng, Lina Kamalin, Sabtu (6/3/2021).

Sekolah ini memilih stretegi blended learning yaitu menggunakan sistem PTM terbatas dengan daring. Namun, bedanya ini dilakukan secara langsung.

“Sehingga ada sebagian siswa melakukan pembelajaran di dalam ruang kelas. Tapi, saat bersamaan ada siswa lainnya yang melakukan pembelajaran di luar ruang (di rumah) secara virtual. Guru memberlakukan blanded learning secara maksimal,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Lina, sistem pelayanan pendidikan ini bukan tanpa kendala. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kapasitas kuota internet dan jaringan. “Kuota internet awalnya menjadi kendala, tapi ini bisa kita atasi. Begitu juga dengan jaringan internet di sekolah. Kadang memang kendala ini menjadi tantangan buat kita,” ungkapnya.

Salah seorang guru SDN 1 Lateng melakukan proses belajar tatap muka di kelas dan belajar online bersama siswa di rumah. (rindi)

Langkah ini, kata Lina, menjadi bagian penting pihak sekolah dalam mendukung penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Selain itu, pihak guru dan siswa tetap harus disipilin prokes di antaranya, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kita juga menerapkan sistem drive thru bagi pengantar maupun penjemputan siswa saat ke sekolah,” pungkasnya.

Berdasarkan data, di Banyuwangi sebanyak 813 SD dan 199 SMP telah menggelar PTM terbatas, yang dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar