Pendidikan & Kesehatan

Bioteknologi Turunkan Kadar Arsenik dalam Air

Jember (beritajatim.com) – Bioteknologi berguna untuk menekan tingginya tingkat pencemaran atau kontaminasi kandungan arsenik pada air yang setiap hari dikonsumsi.

Salah satunya adalah metode biosorption of heavy metals. Ini salah satu teknologi yang menggunakan mikroorganisme yang dapat menurunkan bahkan menghilangkan kandungan arsenik pada air. Arsenik adalah enyawa kimia yang memiliki sifat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh manusia. Seseorang yang terkontaminasi oleh bahan tersebut dapat mengalami keracunan.

Negara yang mengembangkan teknologi ini adalah Banglades. Mikroorganismenya adalah alga dengan nama Galdieria Solphuraria. Alga ini bisa menurunkan kandungan arseniclk hingga 95 persen dalam air.

Pakar biosorpsi logam berat dari University of Applied Science Biberach, Jerman, Prof. Heike Fruhwirth, menjelaskan ini dalam kuliah pakar di Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (2/8/2019).

Biosorption of Heavy Metals yang menjadi foclkus utama dari materi yang disampaikannya. Namun dia juga membahas pegembangan dan aplikasi dari bioteknologi. Bioteknologi sendiri merupakan bidang ilmu yang mempelajari mengenai pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuatan suatu produk baik produk makanan, minuman, farmasi, bioplastik, hingga produk kosmetik. Aplikasi bioteknologi skala industri mampu menghasilkan suatu produk yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui proses of bioekonomi. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar