Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bimtek Ayo Menulis Buku, Upaya Pemerintah Tingkatan Kompetensi Guru

Kediri (beritajatim.com) – Sebagai upaya untuk menggali dan meningkatkan potensi guru di Kediri, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri menggelar diklat Ayo Menulis Buku. Upaya peningkatkan kompetensi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kediri. Terlebih beberapa bulan lalu guru-guru di Kota Kediri telah berhasil membuat 405 karya buku yang dipamerkan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Marsudi Nugroho saat mewakili Walikota Kediri dalam memberikan sambutan pada acara bimtek ini, Jum’at (1/10/2021).

“Upaya peningkatan literasi untuk seluruh stakeholder sekolah memang sangatlah penting. Maka dari itu, Pemkot Kediri akan memberikan apresiasi atas terlaksananya bimtek Ayo membaca Buku ini,”ujarnya.

Bimtek AMB yang mengusung tema “Membangun Literasi dengan Karakter dan Numerasi” diikuti sebanyak 500 guru dari SD, SMP, SMA, SMK dan SLB di wilayah Kediri secara daring.

Marsudi menuturkan bahwa saat ini paradigma penilaian telah bergeser dari ujian menjadi assasmen nasional berbasis komputer (ANBK). Adanya pergeseran ini, menuntut guru dan siswa untuk merubah cara pandang belajar dan mengajar di kelas. “Untuk mengikuti perubahan ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan,”ujarnya.

Lebih lanjut Marsudi menjelaskan tentang cara tersebut, dimana siswa dan guru harus selalu belajar mengikuti dinamika penilaian dan mencoba melaksakan assesmen literasi dan numerasi untuk para siswa di semua jenjang terutama jenjang SMA dan SMK. Selalu belajar untuk menjadi seorang penulis melalui diklat, workshop maupun bimtek. “Seperti yang saat ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri,”pungkasnya.

Marsudi berpesan agar para guru yang baru saja belajar menulis dapat bersinergi dengan rekan guru lain yang lebih mahir, dan mencoba meriew karya, tulisan atau buku antologi. “Untuk belajar para pemula juga dapat mendokumentasikan karya dan tulisan yang sudah dibuat kedalam bentuk buku. Bisa dalam bentuk buku teks pelajaran, buku modul, buku pegangan guru dan lainnya,”terangnya.

Tak kalah penting, Marsudi juga menuturkan bahwa untuk mendapatkan nilai lebih sebagai seorang guru, penting adanya International Standart Books Number (ISBN) pada karya buku yang ditulis. “Kami sampaikan terimakasih kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri dan rumah literasi tenaga ilmu yang telah membimbing dan memfasilitasi para guru di Kota Kediri dalam membuat sebuah karya. Dimana karya buku yang dihasilkan para guru-guru ini nantinya akan diberikan ISBN secara gratis,”Ujarnya.

Tak lupa ia juga berpesan agar para guru yang mengikuti bimtek ini untuk terus semangat, pantang menyerah dan selalu mau belajar agar kemampuan yang mereka miliki dapat terus berkembang. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar