Pendidikan & Kesehatan

Besok Sosialisasi PSBB, Dua Pasien Positif Covid-19 Asal Gresik Meninggal Dunia

Aparat Kepolisian Dari Polres Gresik Saat Melakukan Sosialisasi PSBB Kepada Pengemudi

Gresik (beritajatim.com) – Mulai besok sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dilakukan. Kendati demikian, aktivitas masyarakat Gresik menjelang berbuka puasa dengan mencari takjil masih ramai.

Pantauan di lapangan, di sepanjang jalan raya Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) yang masuk wilayah PSBB. Banyak penjual jajanan ringan dadakan di jalan raya. Begitu menjelang buka puasa tidak sedikit pembeli datang. Malah sampai berdesakan. Belum lagi tidak semua pembeli mengenakan masker. Jika itu masih berlangsung saat pemberlakuan PSBB bisa kena sanksi.

Sesuai rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup), disebutkan bahwa setiap warga diharuskan memakai masker ketika keluar rumah. Kemudian harus menerapkan physical distancing.

Terkait dengan ini, Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Palevi mengatakan, sosialisasi bakal berjalan tiga hari. Yakni Sabtu, Minggu, Senin. Pihaknya meninta agar selama PSBB masyarakat disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Selain menggunakan media, sosialisasi juga akan turun ke lapangan,” ujarnya, Sabtu (25/04/2020).

Sementara itu, terkait kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asal Gresik kembali bertambah totalnya menjadi 22 orang dari sebelumnya 21 orang. Tambahan itu berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) dari Desa Pucung, Kecamatan Kedamean, Gresik yang dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu. “Saat meninggal statusnya PDP karena hasil SWAB baru keluar hari ini dan dinyatakan positif,” ungkap Reza.

Selain itu, kasus terkonfirmasi positif akibat terpapar Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah. Keduanya dirawat di salah satu rumah sakit Surabaya. “Pasien itu asal Desa Drancang, Kecamatan Menganti, Gresik dan sudah dimakamkan sesuai SOP,” pungkas Reza. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar