Pendidikan & Kesehatan

Besaran Denda Pelanggar Individu Protkes di Ponorogo Direvisi

Sekda Ponorogo Agus Pramono(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Peraturan bupati (perbup) nomor 109 tahun 2020 tentang waspada Covid-19 di Ponorogo direvisi. Rencananya yang akan direvisi adalah besaran denda yang akan diberikan kepada pelanggar individu. Sekda Agus Pramono mengungkapkan revisi ini atas instruksi Bupati Ipong Muchlissoni. Beliau, kata Agus besaran dendanya agar menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 53 tahun 2020. Dimana besaran denda untuk sanksi individu sebesar Rp 250 ribu.

“Bukan denda Rp 50 ribu diganti dengan Rp 250 ribu. Tetapi narasinya kita ubah dendanya antara Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu,” kata Sekda Agus, Senin (21/9/2020).

Perubahan perbup ini sudah naik ke meja bupati. Agus menyebut jika nantinya besaran denda yang akan dibebankan kepada pelanggar yang memutuskan saat operasi yustisi. Mungkin bagi masyarakat yang sudah sekian kali, dendanya akan lebih berat. Dalam memutuskan, pastikan juga penuh pertimbangan. Keadaan orang yang melanggar ini seperti apa.

“Menurut hemat kami denda Rp 250 ribu untuk masyarakat Ponorogo terlalu berat, apalagi saat pandemi seperti saat ini. Kita kedepankan adalah edukasi kepada masyarakat yang sifatnya mendidik,” katanya.

Operasi yustisi untuk menegakkan perbup ini, Pemkab setempat menentukan lokasi-lokasi yang dipandang menjadi prioritas. Di tempat keramaian yangbsering dikunjungi masyarakat dan berpotensi pelanggarannya besar. Agus menambahakan jika pelaksanaan operasi yustisi yang digelar setiap hari ini pelanggarannya semakin berkurang. Sesuai laporan, pada awal-awal operasi, oetugaa mencatat ada 40-50 pelanggaran. Namun, sekarang tinggal 10-20 setiap operasi yang dilaksanakan selama satu jam.

“Perkembangannya menurun yang terjaring operasi yustisi. Kalau sudah berjalan selama 14 hari, akan kita evaluasi, ” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar