Pendidikan & Kesehatan

Bertetangga dengan Pasien Covid-19, Perempuan Asal Mojokerto Positif

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang perempuan berinisial I (36) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dipastikan positif Covid-19 setelah hasil swab, Sabtu (9/5/2020). Ini setelah pasien kontak erat dengan pasangan suami-istri (pasutri), JS (50) dan S yang sebelumnya positif virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, ada tambahan satu terconfirm positif dari Kecamatan Jetis, perempuan, inisial I, umur 36 tahun. “Ini diketahui dari hasil tracing tim, dia kemungkinan tertular dari pasutri terconfirm positif sebelumnya,” ungkapnya.

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, pasien sebelumnya sempat kontak erat dengan pasutri yang lebih dulu dinyatakan terpapar virus corona. Pasien merupakan tetangga pasutri yang menjadi pasien positif 03 dan 04 Kabupaten Mojokerto.

“I menjalani rapid test setelah Tim Tracing menelusuri riwayat kontak pasangan suami istri yang positif Covid-19 sebelum dirawat di RSUD Dr Soekandar. Setelah rapid test pada 27 April lalu, hasilnya I didapati reaktif (positif), pada 28 April, I langsung diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar karena ada gejala batuk, pilek dan demam,” jelasnya.

Pada 29 April, lanjut Ardi, pasien diambil sample swabnya untuk dilakukan tes dan hasil tes swab baru keluar tanggal 9 Mei 2020. Ardi menjelaskan, hasil tes swab terhadap pasien adalah positif. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Total pasien positif di Kabupaten Mojokerto saat ini ada 8 orang, mudah-mudahan tambah turun karena banyak yang sembuh. Dari 8 orang, 2 orang sembuh. Dari kemlagi dan Kepala Dinkes cuma Kepala Dinkes masih ada satu tahapan lagi. TCR lagi untuk memastikan dia bebas terpapar dari Covid-19 tapi menunggu 14 hari setelah hasil swab,” tegasnya.

Sebelumnya, pasangan suami-istri (pasutri) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto positif virus corona (Covid-19). Pasien JS (50) pada tanggal 18 Maret 2020 lalu baru pulang dari Jakarta dan dua hari kemudian, pasien merasakan demam, batuk, pilek dan tenggorokan sakit. Tanggal 27 Maret, istri pasien S juga mengalami hal yang sama.

Yakni demam, batuk dan pilek. Setelah melakukan tes laboratorium, pasien didiaknosa thypoind dan di rawat di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Pada tanggal 14 April 2020, UPT Puskesmas Jetis melakukan rapid test terhadap keduanya. Hasil rapid test tersebut diketahui jika pasien JS negatif, sementara hasil rapid test pasien S dinyatakan positif.

Kemudian tanggal 15 April, keduanya dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar dan dilakukan swab dan menjalani isolasi mandiri. Hasil swab terhadap keduanya keluar pada, Jumat (24/4/2020) dan dinyatakan positif. Keduanya menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan milik Pemkab Mojokerto tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berupaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Menindaklanjuti adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sedikitnya 25 orang menjalani rapid test. Yakni mereka yang kontak erat dengan pasutri tersebut.

Tim Tracing (melacak) diterjunkan untuk melacak sejumlah orang yang sebelumnya sempat kontak fisik dengan pasien pasutri tersebut. Tim menemukan 12 orang yang kontak erat dengan pasien, yaitu dua anak pasien, tiga keponakan pasien serta tujuh tetangga pasien. Namun dari 12 anggota keluarga pasien, sebanyak 13 orang tetangga pasien juga ikut rapid test. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar