Pendidikan & Kesehatan

Bertambah Signifikan, Ponorogo Masuki Gelombang Kedua Penularan Covid-19

Ambulan pengantar pasien Covid-19 mengantre di depan shelter jalan Trunojoyo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Lonjakan kasus baru pada beberapa minggu terakhir ini, bisa dikatakan sebagai second wave atau gelombang kedua persebaran Covid-19 di Ponorogo. Lonjakan ini disumbang dari sejumlah kluster penularan. Mulai dari kluster penularan kantor Pemkab. Yakni dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Selain itu, kluster ini juga dari pegawai di bagian umum dan inspektorat yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena lonjakan yang signifikan ini, bisa jadi ini gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Ponorogo,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Selasa (8/12/2020).

Bahkan kluster perkantoran ini sudah sampai ke keluarga dan kontak erat para PNS tersebut. Selain klaster perkantoran, yang menyumbang banyak kasus baru di Ponorogo adalah kluster kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Sebab, dari KPPS jumlah orang yang melakukan rapid test mencapai 18 ribu. Yang reaktif telah diswab dan hasilnya positif ada lebih dari 30 orang.

“Jadi untuk KPPS saja yang menjalani rapid test ada 18 ribu orang. Petugas KPPS yang hasil rapid-nya reaktif ditindaklanjuti dengan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR,” katanya.

Beberapa kebijakan akan diterapkan oleh Pemkab dalam menyumbat keran penularan ini. Salah satunya telah menyusun regulasi mengenai pemulasaran jenazah terduga Covid-19. Itu dilakukan untuk meminimalisir potensi jenazah terindikasi, namum dimakamkan tanpa protokol kesehatan. “Sebab, bisa saja jenazah itu dikemudian hari hasil swabnya positif Covid-19,” katanya.

Data terakhir satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo menyebut, hari ini ada penambahan 29 kasus baru. Sehingga kini totak kumulatif kasus Covid-19 di bumi reyog mencapai 849 orang. Dengan rincian, pasien yang sembuh ada 595 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi mencapai 226 orang dan yang meninggal ada 28 orang. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar