Pendidikan & Kesehatan

Bersama TNI, 200 Mahasiswa KKN UNAIR Fokus Tangani Sungai Citarum

Surabaya (beritajatim.com) – Seusai resmi dilepas Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., Selasa lalu di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR, seluruh tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) UNAIR SKIM I langsung menuju lokasi masing-masing. Baik yang di wilayah Jawa Timur (Jatim), yaitu Kabupaten Tuban, Gresik, Jember, dan Banyuwangi, maupun di luar Jatim, yakni di Kabupaten Bandung.

Berdasar data di LPPM (Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat) UNAIR, terdapat total 1.305 mahasiswa yang diberangkatkan dalam gelombang tersebut. Sementara yang diterjunkan ke Kabupaten Bandung, jumlahnya mencapai 200 mahasiswa. Terdiri atas mahasiswa dari seluruh fakultas di UNAIR.

Terkait KKN mahasiswa UNAIR di Kabupaten Banyuwangi, berikut sejumlah informasinya:
Dra. Tania Ardiani Saleh, MS, PA(K) selaku koordinator dosen pendamping KKN di Kabupaten Bandung mengonfirmasi bahwa mahasiswa yang dilibatkan KKN di Kabupaten Bandung tersebut kali ini tidak sedikit.

Jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, jumlah itu sangat meningkat. Jumlah itu, terang dia, mengindikasikan kepercayaan dan upaya yang dilakukan selama ini cukup berdampak.
“Kalo semester sebelumnya, kita hanya berada pada angka seratus-an. Untuk semester ini, kita jumlah mahasiswa yang berangkat sekitar 200,” ujarnya.

Lokasi KKN kali ini, imbuh dia, sama dengan tempat sebelumnya. Yakni, berada di sektor 7. Secara geografis, lokasinya berada di bagian hulu paling bawah dari Sungai Citarum.
“Jadi, program Citarum ini terbagi menjadi 22 sektor di sepanjang Sungai Citarum. Nah, kita (UNAIR, Red) mendapat bagian di sektor 7. Sederhannya, kita di hulu yang paling bawah,” ungkapnya.

Meski berlokasi sama dengan semester lalu, terang Dra Tania, 200 peserta KKN itu akan memprioritaskan pada program penyempurnaan dari sebelum-sebelumnya. Itu bertujuan agar sasaran dari program itu bisa dapat tercapai secara bertahap dan berkesinambungan. Semester ini tercatat penerjunan mahasiswa yang ketiga UNAIR.

Berangkat seusai dilepas Wakil Rektor pada Selasa di ACC (Airlangga Convention Center, RED), mereka (tim KKN di Kabupaten Bandung) tiba pada pukul 00.00 Rabu dini hari tanggal 3 Juli 2019 melalu kerata Pasundan, ungkapnya.

Selanjunya, mereka bakal mengikuti acara serah terima pada esoknya atau prosesi pembukaan pada Kamis 4 Juli 2019, dengan pihak terkait. “Dalam hal ini, adalah pemerintah Kabupaten Bandung dan Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi sebagai mitra penting bersinergi dalam menyukseskan kegiatan KKN-Citarum Harum ini,” imbuhnya.

Terkait dengan lokasi KKN di sektor 7, Dra Tania menjelaskan bahwa 200 mahasiswa KKN UNAIR bakal disebar di lima kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan total 14 desa. Seluruh pelaksanaan program itu bersinergi dengan TNI. Dalam hal ini bersama dengan empat koramil yang juga berada di kawasan sektor 7.

“Bersama dengan TNI melalui Koramil, para mahasiswa saling bersinergi mengelola kawasan Sungai Citarum. Baik dari segi fisik, maupun non fisik,” sebutnya.

Dra. Tania menambahkan, program yang bakal dilakukan oleh para kelompok KKN di Kabupaten Bandung itu berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Tepatnya menggelar upaya-upaya preventif dan kuratif dengan menumbuhkan kesadaran tidak membuang sampah ke sungai.
Termasuk di dalamnya meliputi program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial yang menyasar anak-anak.

“Selain itu, program tim KKN mahasiswa UNAIR didukung penuh oleh TNI. Khususnya program pembersihan Sungai Citarum. TNI dalam hal ini dari Kodam III Siliwangi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNAIR Dr. Eko Supeno drs., M.Si., menyampaikan bahwa UNAIR menerapkan sembilan skema KKN. Meliputi, KKN-BBM (Belajar Bersama Masyarakat) Tematik; KKN Back to Village; KKN Ceria; KKN Luar Negeri; KKN Pemilu; KKN IPE (Interprofessional Education); KKN Kebangsaan. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar