Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bernasib Malang, Bayi Prematur di Lamongan Ini Alami Kebocoran Jantung

M Abdullah, bayi berusia 4 bulan yang lahir prematur dan menderita kebocoran jantung, asal Desa Tlogoretno Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Nasib malang menimpa seorang bayi berusia 4 bulan di Kabupaten Lamongan. Pasalnya, ia terlahir dalam keadaan kurang sehat dan mengalami kebocoran jantung. Oleh karena itu, setiap hari bayi ini harus memakai oksigen setiap hari.

Bayi ini bernama M. Abdullah, putra ketiga dari pasangan Nasikin dan Anik Kusmiati, yang lahir dengan berat badan 2200 gram dan tinggi 46 cm. Ia lahir pada tanggal 17 Agustus tahun 2021, beralamat di Desa Tlogoretno Kecamatan Brondong, Lamongan.

“Anak kami lahir prematur dalam usia kandungan 8 bulan melalui persalinan caesar. Saya beri nama M. Abdullah, sekarang berumur 4 bulan, dengan keadaan setiap hari masih memakai oksigen,” ujar ibunda bayi, Anik Kusmiati kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Lebih lanjut, Anik mengungkapkan, saat ini bayinya hanya menerima asupan ASI (Air susu ibu). Lalu, selama pengobatan, bayinya ini hanya diberikan obat jantung.

“Kemarin mengalami kritis lagi mas, selama 17 hari di RS Citra Medika (RSCM) Lamongan. Setelah pulang juga sama, tetap memakai oksigen,” ungkap Anik.

Dengan kondisi yang dialami anaknya tersebut, Anik mengaku kesusahan untuk membeli oksigen. “Harga oksigen bermacam-macam dan naik turun, serta kami kesusahan untuk mendapatkannya, harganya di kisaran Rp. 60 ribu sampai Rp 80 ribu,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, saat ini Anik berharap, putranya bisa segera sembuh dan bisa tumbuh seperti anak-anak normal lainnya.

“Harapan saya dan keluarga, semoga anak kami lekas sembuh, bisa bertumbuh normal seperti anak biasanya. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Desa yang sudah peduli dengan keadaan anak saya,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bidan Desa setempat, Farida A.Md, Keb. mengatakan, pasca lahir prematur dan dalam kondisi yang kurang sehat, si bayi langsung dilarikan ke RSCM untuk mendapat perawatan intensif.

Kala itu, Farida menambahkan, bayi ini mengalami kebocoran jantung hingga membuat badannya berwarna biru dan mengakibatkan bayi dalam keadaan koma.

“Kondisi bayi sempat koma 10 hari, setelah ibunya dipulangkan, lalu dipanggil lagi untuk ASI. Selang sehari kemudian, bayi sadar dari komanya dan harus didekap dengan ibunya. Lalu sekitar 1 bulan lebih 10 hari, bayi baru dibawa pulang dan dilakukan rawat jalan. Serta harus menggunakan oksigen untuk suplai pernafasannya,” terang Farida.

Sementara itu, Kepala Desa Tlogoretno, Nurul Khumaidah mengaku, setelah mendapat laporan mengenai warganya yang mengalami kesusahan dan kebocoron jantung, pihaknya langsung memberikan bantuan serta support kepada keluarga bayi.

“Kami bersama Pemerintah Desa berupaya semaksimal mungkin untuk membantu dan memberikan arahan serta semangat bagi keluarganya, agar lebih optimis untuk kesembuhan anaknya,” kata Kades Nurul saat dikonfirmasi.

Mengetahui hal tersebut, Camat Brondong Moch Naim menuturkan, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Dokter Puskesmas Brondong. Sehingga keluarga bayi, lanjut Naim, nantinya bisa mengambil tabung oksigen 2 kali sehari di Puskesmas setempat.

“Kita juga berusaha untuk mengajukan dan menambahkan bantuan mulai dari BLT, PBNT, PKH, serta diajukan mendapat bantuan dari kabupaten. Tentu pihak kecamatan akan mengupayakan si bayi ini mendapat Jamkesmas agar mendapatkan pengobatan gratis,” tandas Naim.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan