Pendidikan & Kesehatan

Berkat Teknologi Pemeliharaan Jembatan, Mahasiswa UMM Malang Juara Internasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Alifia Oriana Prabaswara menciptakan Smart Cam Bridge.

Malang(beritajatim.com) – Prihatin dengan pengelolaan jembatan di Indonesia, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Alifia Oriana Prabaswara menciptakan teknologi pemeliharaan jembatan berbasis pengelolaan citra. Alat tersebut bernama Smart Cam Bridge.

Dengan alat itu, Alifia mampu meraih juara kedua saat mengikuti perlombaan Internasional Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2021. Adapun kompetisi yang diadakan secara daring tersebut diikuti oleh peserta dari 20 negara.

Alifia mengatakan, jembatan merupakan jalur yang krusial karena menghubungkan daerah satu dengan yang lain. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak jembatan, namun proses pemeliharaannya kurang maksimal. Oleh karenanya, Alifia menciptakan Smart Cam Bridge tersebut.

“Teknologi Pemeliharaan jembatan melalui pengelolaan citra masih belum ada. Di luar negeri, teknologi pengelolaan citra baru digunakan pada bidang medis seperti pendeteksi kanker kulit. Padahal teknologi ini dapat digunakan secara cepat dan tepat pada bidang lain,” ujar mahasiswa asli Malang ini, Kamis, (15/4/2021).

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ini mengatakan cara penggunaan teknologi ini sangat sederhana. Pertama, pengguna harus memotret jembatan yang akan diulas. Selanjutnya foto dimasukan ke Matrix Laboratory (MATLAB) untuk diolah secara menyeluruh. Usai diolah, nantinya hasil akan segera didapat.

“Untuk saat ini, Smart Cam Bridge hanya bisa digunakan pada jembatan baja saja. Kemarin saya melakukan uji coba dengan batang besi yang diberi beban. Informasi yang dihasilkan cukup membantu untuk mengetahui kondisi besi tersebut,” katanya

Alifia berharap, nantinya ia bisa bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan upaya preventif dalam pencegahan rusaknya jembatan. Apalagi tidak jarang, banyak jembatan yang tiba-tiba roboh dan mengganggu kegiatan warga sekitar.

“Saya ingin alat ini terus dikembangkan dan diuji coba pada jembatan baja sungguhan. Saya juga berharap alat ini dapat digunakan untuk model jembatan yang lain namun dengan metode yang sama,” tandasnya. (Luc/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar