Pendidikan & Kesehatan

Berisiko Sedang, Malang Raya Masih Transisi New Normal

Gubernur Jawa Timur mengumpulkan tiga kepala daerah di Malang Raya untul melakukan rapat koordinasi kelanjutan transisi new normal di Bakorwil III Malang, Sabtu, (20/6/2020).

Malang (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan tiga kepala daerah di Malang Raya Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan Bupati Malang, M Sanusi untuk melakukan rapat koordinasi kelanjutan transisi new normal di Bakorwil III Malang, Sabtu (20/6/2020).

Hasil dari rapat koordinasi ini, Malang Raya masih akan melanjutkan masa transisi menuju new normal dalam sepekan kedepan. Khofifah mengungkapkan, wilayah Malang Raya berstatus zona oranye atau jingga. Wilayah Malang Raya memiliki tingkat resiko penyebaran Covid-19 yang rendah. Namun, belum masuk pada zona kuning hingga hijau. Sehingga transisi new normal masih berlaku.

“Malang Raya masuk resiko sedang berada di zona oranye. Posisinya masih transisi menuju new normal,” ujar Khofifah, Sabtu (20/6/2020).

Satu persatu tiga kepala daerah diminta untuk melaporkan kondisi wilayahnya oleh Khofifah. Bupati Malang, M Sanusi menjelaskan diwilayahnya dari total 33 kecamatan masih ada 3 kecamatan yang masuk zona merah, 14 kecamatan zona hijau dan 16 kecamatan sudah masuk zona kuning.

“Di Kabupaten bersama Kapolres dan Dandim kita galakan gerakan kampung tangguh Semeru untuk memfilter Covid-19. Namun demikian ternyata melawan Covid-19 tidak mudah ketika normal sudah berjalan tiba-tiba ada orang pulang dari Surabaya dan menular,” papar Sanusi.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan wilayahnya mulai memperketat sejumlah aturan. Kawasan wisata rencananya segera dibuka, hotel yang telah tutup selama 4 bulan sudah dibolehkan beroperasional. Sederet syarat harus dipatuhi oleh pengelola hotel.

“Dari 50 hotel hanya 20 yang boleh buka karena harus menerapkan protokol kesehatan. Bahkan tamu dari zona merah seperti Surabaya dan Jakarta dilarang menginap di hotel bila tidak ada surat hasil uji swab,” kata Dewanti.

Sementara Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi mengatakan bahwa meningkatnya pasien Covid-19 diwilayahnya dalam beberapa hari terakhir karena warga yang positif Covid-19 tidak disiplin dalam menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga, muncul kluster keluarga di Kota Malang.

“Seperti kasus di Mergosono, itu karena tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama isolasi mandiri. Untuk itu kita akan survey terlebih dahulu sesuai pedoman rumah sehat. Bila memenuhi syarat boleh isolasi mandiri di rumah,” tandas Sofyan Edi.  [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar