Pendidikan & Kesehatan

Bergejala Covid, Empat Orang Klaster Hajatan Magetan Dirujuk ke RS

Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan jalani Pembatasan Mikro, Minggu (21/6/2021)

Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 4 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan dirujuk ke RSUD dr.Sayidiman Magetan dan Rumah Sakit Aisyah Ponorogo.

“Sebanyak 4 orang harus dirujuk karena mengalami gejala saat isolasi mandiri,” kata Kepala Desa Kediren, Dwi Heri Susanto melalui WhatsApp, Senin (21/6/2021).

 

Awalnya sebanyak 47 warga melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing usai positif tes antigen. Namun, 4 orang ini harus dirujuk karena mengalami gejala.

“Satu dirujuk ke Rumah Sakit Siti Aisyiah dan tiga lainnya dirujuk di RSUD dr. Sayidiman Magetan,” katanya.

Gejala yang dialami beragam, mulai dari lemas, tensi tinggi dan ada yang tensi normal tetapi mual hingga muntah bahkan ada yang sangat lemas hingga tidak bisa beraktifitas. “Gejalanya bermacam-macam mas, ada yang usia 55, selebihnya lansia,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 65 warga Desa Kediren diperiksa dan ditemukan sebanyak 47 positif rapid test antigen setelah mengikuti hajatan di desa setempat. Mereka diduga tertular melalui kegiatan hajatan warga di wilayah tersebut.

“Hasil rapid ada 47 tamu undangan yang hasil rapidnya positif,” kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dr. Rohmat Hidayat kepada beritajatim.com, Kamis (17/6/2021).

Insiden bermula ketika salah satu warga Desa Kediren dinyatakan positif covid 19 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Aisyah Ponorogo. Saat menjalani perawatan di RSI Aisyah Ponorogo karena mengalami lemas setelah pulang dari perjalanan ke Purwodadi.

“Tanggal 1 Juni pulang dari Purwodadi, tanggal 5 Juni merasakan ada gejala lemas. Tanggal 14 kondisinya sakit dirawat di RSI Ponorogo,” katanya

Dia menambahkan, warga yang dalam pemeriksaan didapati positif langsung dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing hingga pemeriksaan berikutnya. Sebanyak 47 warga tersebut tanpa gejala.

“Mungkin masih akan bertambah, Dinkes Magetan akan kembali menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap warga lain yang hadiri hajatan tersebut,” tandasnya.
(asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar