Pendidikan & Kesehatan

Beragam Komunitas Gelar Diskusi Online ‘Banyuwangi Lawan Corona’, Ini Maksudnya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Berbagai komunitas didukung Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi menggelar diskusi online ‘Banyuwangi Lawan Corona’. Beberapa komunitas yang ikut serta antara lain, Alzen Metro Data, C9-Multimedia, Pewarta Photo Plat P, laman jurnalisme warga Ratak.id dan sejumlah Youtuber.

Diskusi online ini menghadirkan narasumber kompeten dan memungkinkan warga menanyakan aneka hal berkaitan dengan Covid-19 termasuk kebijakan pemerintah daerah.

Diskusi online ini ditayangkan secara langsung melalui media sosial Youtube, sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas.

Uniknya, moderator dan narasumber berada di berbagai tempat berbeda sebagai bentuk kampanye menjaga jarak sosial atau social distance.

“Diskusi online ini hadir sebagai ruang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Ini juga upaya kami untuk menekan kekhawatiran masyarakat di tengah simpang siur informasi di media sosial,” ujar Kepala Bidang Informasi, Komunikasi dan Pemberitaan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi Rahmawati Setyoardinie di Banyuwangi, Kamis (19/3/2020).

Dalam diskusi online yang disiarkan melalui akun youtube Kabupaten Banyuwangi tersebut, dua orang moderator memandu jalannya diskusi dari dua tempat berbeda. Begitu juga dengan para narasumber.

Sedangkan peserta bisa berada dimana saja, asalkan mampu mengakses streaming melalui youtube. Langkah yang dilakukan ini berawal dari keinginan sejumlah komunitas untuk belajar dan mendapatkan informasi valid tentang Covid-19 di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam keadaan seperti ini, mengadakan seminar yang mengumpulkan banyak orang tentu sangat tidak dianjurkan.

Kegiatan yang digagas oleh komunitas itu didukung oleh, Dinas Kominfo Banyuwangi, Dinas Kesehatan dan RSUD Blambangan.

“Diskusi online ini menjadi jembatan. Sesuai anjuran Presiden Joko Widodo yang juga diterapkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, maka kami mengurangi kegiatan yang mengumpulkan masa. Berkat teknologi, diskusi online ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Dini berharap diskusi online ini dapat disaksikan dan berguna bagi seluruh masyarakat Banyuwangi. Saat ini akses jaringan internet di Banyuwangi sangat mendukung terlebih 189 desa seluruhnya sudah tersambung jaringan fiber optic.

Dini mangatakan, pihaknya mendukung inisiatif dari sejumlah komunitas yang memiliki keprihatinan dan perhatian bagi kesehatan masyarakat Banyuwangi.

Menurutnya, ini bukti nyata semangat Banyuwangi Gotong Royong Lawan Korona. Salah satu penggagas diskusi online ini ialah Yunan Fahmy dari Alzen Metro Data. Ia mengatakan, kegiatan ini muncul dari keresahan warga yang haus akan informasi mengenai Covid-19 di Banyuwangi.

“Akhir-akhir ini banyak beredar info yang hanya berdasar ‘katanya-katanya’. Katanya di kecamatan A ada yang positif Covid-19. Katanya sembako mulai langka, Katanya bandara dan pelabuhan ditutup. Diskusi ini ingin meluruskan info yang hanya ‘katanya-katanya’,” ujar Yunan.

Oleh karena itu, lanjut Yunan, sejumlah narasumber berkompeten di bidangnya dihadirkan sebagai narasumber.

Pada diskusi perdana, Setyoardinie dihadirkan untuk menyampaikan aneka langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyikapi pandemik Covid-19.

Pada diskusi kedua yang diselenggarakan, Rabu (18/3/2020), Kepala Dinas Kependudukan Djuang Pribadi hadir dari Kantor Kecamatan Songgon.

Pada kesempatan itu Djuang menyampaikan pelayanan administrasi kependudukan yang tetap berjalan melalui layanan berbasis aplikasi Whats App saat Mall Pelayanan Publik dan Pasar Pelayanan Publik ditutup Sementara.

Sedangkan yang live dari RSUD Blambangan ialah Kepala Instalasi Laboratorium RSUD Blambangan Banyuwangi, dr Roudhotul Islamiya Noor didampingi dokter spesialis paru RSUD Blambangan dr Ririek Perwitasari.

Keduanya menjelaskan gejala Covid-19 dan beberapa upaya untuk mencegah agar persebaranya tidak semakin luas.

Sementara itu Debora Ratna Swatyas salah satu warga Banyuwangi, bersyukur ada tayangan edukatif tersebut. Pasalnya melalui siaran langsung yang live pada jam makan siang tersebut.

“Menarik karena kita bisa mendapat informasi tanpa harus berada dalam kerumunan,” ungkapnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar