Pendidikan & Kesehatan

Bentuk Solidaritas, Tenaga Kesehatan di Ponorogo Kenakan Pita Hitam

Tenaga kesehatan di RSU Muhammadiyah Ponorogo kenakan pita hitam. (Foto/RSUM for Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebagai bentuk solidaritas kepada salah satu tenaga medis di Provinsi Jawa Tengah yang meninggal karena Covid-19, perawat maupun tenaga medis lainnya mulai tanggal 11-16 April 2020, akan menggunakan pitam hitam saat bekerja.

Penggunaan pita hitam itu juga sebagai dukungan dan penghormatan terhadap perawat yang meninggal tersebut, sebab jenazahnya sempat ditolak warga saat akan dimakamkan.

“Kami intruksikan untuk perawat yang ada di Ponorogo untuk menggunakan pita hitam dalam seminggu ke depan. Sebagai bentuk penghormatan kepada perawat di Jawa Tengah yang pemakamannya ditolak oleh warga,” kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ponorogo Edi Kusnanto, Senin (13/4/2020).

Edi sapaan akrabnya menyayangkan insiden penolakan pemakaman jenazah korban virus corona tersebut. Tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan virus Covid-19 itu, tidak seharusnya mendapatkan penolakan seperti itu. Masyarakat harus terbuka, jika pemakaman jenazah yang meninggal karena virus tersebut juga ada standar operasional prosedur (SOP). Sehingga dalam prosesi pemakamannya tidak menular lagi.

“Tidak hanya kepada tenaga medis, masyarakat pun yang meninggal karena virus corona ini tidak seharusnya ditolak. Sebab sudah ada SOP pemakaman jenazahnya, yang insyalla tidak akan menular lagi,” katanya.

Jangan sampai kejadian ini penolakan ini terjadi lagi. Apalagi terutama untuk petugas kesehatan. Mereka ini sudah menjalankan pelayanan dengan sepenuh hati, guna mencegah virus asal Wuha China tersebut. Mana kala tertular itu sudah menjadi resiko, meski dalam pelayanannya sudah memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Anggota PPNI Ponorogo yang berjumlah sekitar 1500 perawat itu, berkomitmen penuh memberikan pelayanan di masa Covid-19 ini. Pihaknya siap untuk memberikan edukask terhadap masyarakat. Sebab, kata Edi penanganan virus corona ini bukan hanya tugas dari tenaga kesehatan saja. Akan tetapi juga menjadi tugas bersama, kalau masyarakat dengan menjaga kesehatan, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

“Tanggungjawab pemberantasan virus corona ini adalah semua lapisan masyarakat. Tentu denga sesuai tupoksi masing-masing. Kalau masyarakat ya harus nerapin physical distancing salah satunya, ” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar