Pendidikan & Kesehatan

Belum Semua Tenaga Kesehatan di Gresik Bisa Cairkan Insentif

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Tenaga kesehatan (Nakes) di Gresik yang menangani pasien Covid-19 belum bisa tersenyum. Pasalnya, insentif yang dijanjikan pemerintah belum semuanya bisa dicairkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat baru mencairkan beberapa fasilitas kesehatan (Faskes) saja. Termasuk RSUD Ibnu Sina Gresik juga belum mendapat insentif.

Semula selama pandemi Covid-19, para nakes dijanjikan mendapat insentif dari pemerintah. Namun, sejak Maret 2020 hingga sekarang baru sebagian kecil nakes yang mendapat insentif itu. Seperti yang dialami oleh nakes RSUD Ibnu Sina Gresik.

Rumah sakit milik pemkab itu merupakan tempat rujukan bagi pasien Covid-19. Pasien yang dirawat disana tergolong pasien kategori yang terpapar positif. Bahkan, sudah ada puluhan nakes yang terpapar covid-19.

“Teman-teman di sini sudah mengeluh saja. Mulai dari perawat hingga dokter. Padahal, di daerah lain sudah cair. Pasien yang terpapar positif terus bertambah,” ujar salah satu dokter yang namanya minta dirahasiakan, Kamis (6/8/2020).

Tidak hanya di RSUD Ibnu Sina. Sebagian besar perawat yang bertugas di Puskesmas pun mengeluhkan hal itu. Sebab, para nakes di Puskesmas juga memiliki risiko tinggi. Mereka yang bersinggungan langsung dengan pasien saat melakukan tracing.

Terkait dengan ini, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna mengatakan, insentif pada dasarnya sudah mulai cair dan sudah bisa dicairkan. Namun, pencairan itu juga bergantung pada rumah sakit maupun puskesmas yang mengajukan surat pertanggungjawaban.

“Yang jelas insentif itu di beberapa rumah sakit, dan Puskesmas sudah mulai cair. Faskes harus mengajukan dulu lewat SPJ. Tapi banyak yang keliru soal spj itu akhirnya kami kembalikan untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad mengaku sudah mendengar keluhan itu. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil dinas terkait soal pencairan insentif. “Mengenai permasalahan ini sudah kami agendakan untuk dipanggil hearing bersama. Apa sebenarnya kendalanya kok tidak cair. Padahal, anggarannya sudah ada,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar