Pendidikan & Kesehatan

Belum Ada Ruang Pelayanan Publik yang Ramah Disabilitas di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah seorang penyandang disabilitas (tuli) di Kabupaten Bojonegoro cerita bahwa dia mengalami kesulitan saat mengakses ruang publik yang ada di pelayanan publik Pemkab Bojonegoro. Cerita itu dialami saat dia mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Belum adanya pelayanan yang ramah terhadap disabilitas itu menjadi kendala besar bagi para penyandang disabilitas saat hendak mengakses pelayanan publik. “Saya mengalami hambatan,” kata Yoga Falakh Ramadhan, penyandang Tuli di Bojonegoro melalui pesan singkatnya.

Yoga bercerita, saat itu dia mulai memberanikan diri untuk mencoba sendiri mengakses pelayanan publik di instansi pemerintahan yang ada di Bojonegoro. Dia kemudian, datang ke Kantor Samsat Bojonegoro untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan ganti plat nomor.

Saat mengantre, dia mendapat nomor antrean 10. Saat tiba dinomor antreannya, dia tidak bisa mendengar panggilan petugas, selain menggunakan panggilan. Di Samsat Bojonegoro menurutnya juga tidak ada isyarat panggilan nomor antrean berupa tulisan.

“Yoga tidak dengar karena fokus HP dan gak bisa dengar itu mengalami tuli. Ada orang dengar di samping bantu tepuk bahu untuk panggilan atas nama Yoga baru diambil nomor plat yang baru untuk perpanjangan,” jelasnya.

Maksudnya, saat itu dia tidak mendengar panggilan petugas atas namanya. Selain karena tuli, dia juga sedang bermain handphone. Akhirnya, oleh orang yang berada di sampingnya dibantu dengan menepuk bahu dan memberi tahu bahwa sudah pada nomor antreannya.

“Setelah mau bayar, petugas juga tidak menggunakan bahasa isyarat, dan hanya menaikkan volume suara. Sehingga menjadi kendala, padahal dia sudah menggunakan isyarat bahwa penyandang tuli,” tambahnya.

Miskomunikasi yang dialaminya dengan orang dengar, kata dia, bisa jadi karena masih banyak orang dengar yang belum tahu tantang tuli. Sehingga, Teman Tuli bersama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Bojonegoro akan menggelar seminar bersama dengan tajuk Edukasi Masyarakat Kesadaran Tentang Tuli dan Belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

Salah seorang pendamping Teman Tuli yang ada di Kabupaten Bojonegoro Moch Mustakim mengatakan, agar tidak terjadi miskomunikasi bagi penyandang disabilitas ini diharapkan Pemkab Bojonegoro bisa memberikan ruang khusus yang lebih ramah disabilitas.

“Dalam ruang publik tersebut nanti disediakan lengkap bagi penyandang disabilitas, jadi butuh apa saja terkait dengan pelayanan publik ini sudah ada. Selain itu juga disediakan juru bahasa isyarat, fasilitas pendukung, dan lain sebagainya yang lebih ramah disabilitas,” ujarnya.

Saat ini, teman-teman Tuli yang ada di Bojonegoro dengan inisiatifnya sendiri membuat ruang bersama tersebut dalam sebuah grup Facebook dengan akun Teman Tuli Dengar Nuswantara. Ruang tersebut diharapkan bisa memfasilitasi bagi orang-orang dengar dengan Tuli agar bisa saling berinteraksi dan belajar.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro Nursujito belum memberikan jawaban atas pesan singkat yang dikirim jurnalis beritajatim.com hingga berita ini ditulis. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar