Pendidikan & Kesehatan

Belasan Sekolah di Jember Tak Ajukan Dana Pendidikan Gratis

Jember (beritajatim.com) – Ada belasan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama swasta maupun setingkat yang tak mengajukan alokasi dana program pendidikan gratis (PPG) kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Menengah Dispendik Jember Erwan Salus Prijono mengatakan, alokasi belanja hibah untuk 452 lembaga SD swasta, madrasah ibtidaiyah negeri dan swasta sebesar Rp 10,834 miliar tak semua tersalurkan. Ini karena ada dua lembaga yang mengundurkan diri dan satu lembaga tak lolos administrasi berkas saat usulan pencairan. “Jadi yang terealisasi 449 lembaga. Anggaran yang tak terserap Rp 109 juta. “Uangnya ada di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),” katanya.

Alokasi untuk 342 lembaga SMP swasta dan madrasah tsanawiyah negeri maupun swasta sebesar Rp 11,255 miliar juga tak semuanya terealisasi. “Ada 16 lembaga yang mengundurkan diri. Rinciannya 14 lembaga tidak mengusulkan pencairan, satu lembaga mengundurkan diri, dan satu lembaga telah bubar. Sisanya Rp 493 juta. Dana tetap di BPKAD,” kata Erwan.

Sementara itu anggaran belanja, jasa, barang, dan modal untuk SD negeri sebesar Rp 25 miliar untuk 910 lembaga sudah disalurkan pada 31 Desember 2018. “Anggaran yang tidak terserap nol,” katanya. Sementara untuk 94 SMP negeri dan 15 SMP terbuka, alokasi Rp 9,282 miliar telah terserap semua.

Ada juga 40 orang guru yang sempat belum terima honor, namun sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan. “Itu karena guru itu mengirimkan rekening Bank Jatim yang bukan miliknya, rekening Banki Jatim yang dikirim sudah mati, dan ketiga, mereka kesulitan membuka rekening Bank Jatim karena Bank Jatim menolak pembukaan rekening karena sudah over pekerjaan,” kata Erwan.

Kendati mayoritas dana pendidikan gratis sudah terealisasi, namun ada juga program pendidikan yang belum terlaksana. Dinas Pendidikan Jember urung merehab ratusan ruang kelas sekolah dasar pada 2018. Rehab tertunda karena tak cukup waktu yang tersedia.

“Kemarin anggaran 2018 untuk 214 ruang belum bisa dieksekusi, mengingat keterbatasan waktu. Kami khawatir tidak selesai, akhirnya tidak bisa dilaksanakan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar