Pendidikan & Kesehatan

Belajar Mengajar di Pamekasan Kembali Gunakan Daring

Pamekasan (beritajatim.com) – Proses pembelajaran semester genap tahun akademik 2020/2021 di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, diwajibkan melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah alias daring.

Hal tersebut berdasar Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Disdik Pamekasan, tetanggal 28 Desember 2020 lalu. Sekaligus menindak lanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Coronavirus Disiase 2019, 20 November 2020 lalu.

“Surat Edaran ini ditujukan kepada seluruh pemegang kebijakan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Pamekasan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP dan sederajat. Termasuk untuk satuan pendidikan formal maupun non formal,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Minggu (3/1/2021).

Pembelajaran semester genap di lingkungan Disdik setempat, dijadwalkan mulai dilaksanakan Senin (4/1/2021) besok. “Proses pembelajaran semester genap tahun ini dimulai hari Senin tanggal 4 Januari 2021, hingga 16 Januari 2021 seluruh peserta didik di satuan pendidikan formal atau non formal wajib melaksanakan pembelajaran dari rumah,” ungkapnya.

“Namun untuk seluruh pendidik maupun tenaga kependidikan harus tetap melaksanakan tugas di kantor atau sekolah sesuai dengan ketentuan jadwal yang berlaku, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” sambung Pak Zaini.

Tidak hanya itu, para guru ataupun kepala sekolah juga diharuskan membuat laporan hasil pembelajaran daring sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Guru dan kepala sekolah membuat laporan hasil proses belajar dari rumah kepada Disdik Pamekasan, melalui pengawas dan penilik sesuai wilayah masing-masing,” jelasnya.

“Kepala satuan pendidikan juga terus memantau perkembangan Covid-19 di satuan pendidikan masing-masing, serta intens melaporkan setiap kejadian terkait warga sekolah. Sekaligus meningkatkan kewaspadaan dengan pencegahan, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sarpras untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan beragam evaluasi seputar penerapan proses pembelajaran dari rumah. Sekaligus memantau perkembangan Covid-19 di Pamekasan. “BDR akan terus kita evaluasi dengan memperhatikan perkembangan pandemi ini,” pungkasnya.

Berdasar update perkembangan wabah virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Sabtu (2/1/2021) kemarin. Terdata sebanyak 785 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, meliputi sebanyak 183 orang dalam tahap isolasi, 64 orang meninggal dunia, serta sebanyak 538 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1116 orang, meliputi sebanyak 33 orang dalam tahap pengawasan intensif, sebanyak 80 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1003 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar