Pendidikan & Kesehatan

Begini Suasana Salat Ied Pasien Covid-19 di RS Lapangan Indrapura Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Momentum Lebaran 1442 H di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya rupanya tidak dilewatkan oleh manajemen dan relawan pendamping. Pada kesempatan ini diselenggarakan Salat Idul Fitri bertempat di depan tenda A (Administrasi ) RSLI.

Salat Ied diikuti sekitar 50 orang nakes, relawan dan petugas RSLI yang berada di zona hijau, serta 30-an pasien umum dan PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang berada di zona merah (infeksius).

Berbeda dengan penyelenggarakan Salat Idul Adha sebelumnya di RSLI yang menempatkan Imam dan Khotib di zona merah karena Imam berasal dari pasien, untuk kali ini Salat Idul Fitri diselenggarakan di zona hijau untuk tempat imam dan khotibnya, sedangkan pasien menjadi makmum di zona merah.

Sebagai Imam dan Khotib, Bpk. Sa’d Nasir, supervisi RSLI dari BPBD. Dalam khotbahnya, Nasir menyampaikan tentang rasa syukur semua nakes, relawan dan pasien yang masih diberikan kesempatan bisa merayakan Idul Fitri walaupun dalam suasana pandemi Covid-19.

Ia juga mengingatkan bahwa sakit bagi manusia bisa berarti ujian dan bisa juga karena kita banyak melakukan dosa-dosa baik yang disadari maupun tidak.

“Untuk itu, marilah kita banyak-banyak bertaubat, memohon ampunan Allah SWT serta memohon untuk dapat segera diangkat dan disembuhkan sakitnya. Semoga sakit ini bisa menjadi penebus dan pengurang dosa di akherat kelak,” katanya.

Salat Idul Fitri diselenggarakan di RSLI pada Kamis, 13 Mei 2021 tepat pukul 06.15 WIB. dihadiri Penanggung jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV., Radian Jadid, ketua relawan pendamping PPKPC-RSLI, dan para nakes, relawan pendamping serta para petugas RSLI.

Acara dilanjutkan dengan lebaran dan syukuran di tenda Administrasi dengan menu khusus opor ayam sumbangan dari para dokter senior. Sedangkan, makan untuk pasien pada hari ini juga spesial, Gudeg Jogja. “Ini dimaksudkan supaya mereka turut merasakan kegembiraan di hari lebaran ini,” tutur Mesak Ome, Amd.Gz.,dari bagian Gizi RSLI.

Dr Nalendra menyampaikan bahwa penyelenggaraan Salat Idul Fitri di RSLi dimaksudkan untuk membersamai para nakes dan relawan yang bertugas, para pasien umum dan juga PMI yang masih dirawat dan menjalani Idul Fitri di RSLI.

Para nakes, relawan pendamping serta para petugas RS Lapangan Indrapura lakukan Slat Ied, Kamis (13/5/2021).

“Pasien tidak sendiri, pasien tetap diperhatikan dan didampingi. Mengedepankan konsep ‘Be Happy’, RSLI tetap memberikan layanan yang ditujukan untuk memberikan rasa nyaman dan kegembiraan kepada semua pasien,” tuturnya.

Dengan demikian diharapkan pasien dapat meningkat imunitasnya dan segera mendapatkan fase kesembuhan. Konsep yang diterapkan sejak awal dioperasikannya RSLI ini telah terbukti dengan menyembuhkan lebi dari 7013 pasien, termasuk 31 orang PMI.

Kegembiraan tersendiri bisa menghantarkan pasien PMI menjalani perawatan tidak sampai 14 hari dari skenario yang seharusnya, karena melalui proses penyembuhan dengan konsep ‘Be Happy’ tersebut mereka di tes swab PCR tiap 5 hari.

Apabila ternyata negatif, tidak menunggu 5 hari, tapi 2 hari kemudian akan diswab untuk mengkonfirmasi kondisi medisnya, dan ternyata banyak yang negatif. Dengan konfirmasi dua kali negatif selam 7 hari perawatan, maka RSLI menyatakan mereka sembuh dan dapat melanjutkan isolasi mandiri menggenapi 14 hari di rumah atau di kota tempat tinggalnya, tentunya dengan tetap menjalankan prokes dan pemantauan dari dinas kesehatan kota setempat.

“Kami merasa haru sekaligus bangga, karena dengan pelayanan yang sungguh-sungguh dari nakes RSLI, kita bisa memulangkan lebih cepat (7 hari sembuh) para PMI, sehingga mereka bisa merayakan lebaran bersama keluarga, setelah sebelumnya mereka sempat pesimistis karena harus menjalani 14 hari jadwal isolasi dan perawatan di rumah sakit. Semoga Allah SWT memberikan balasan setimpal atas kerja-kerja kemanusiaaan para nakes dan relawan,” tukas dr Nalendra.
Radian Jadid selaku Ketua Pelaksana PPKPC-RSLI menjelaskan, hingga saat hampir satu tahun RSLI beroperasi, melayani 7.336 pasien, menyembuhkan 7.013 penyintas Covid-19 dengan angka kematian (hanya) 1 orang.

Saat ini masih merawat 50 pasien baik dari umum maupun PMI. Seperti telah diketahui bersama, RSLI dilibatkan dalam Satgas Penanganan PMI Jawa Timur dalam pelayanaan bagi PMI yang positif Covid-19. Dari rencana sekitar 14 ribu PMI yang masuk Jatim, data di relawan pendamping PPKPC-RSLI tercatat setidaknya 8.498 sudah masuk di Jawa Timur.

Mereka kebanyakan dari Malaysia, disusul Singapura, Hongkong, dan Brunei Darussalam. Sebanyak 66 di antaranya dirawat di RSLI karena terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu 35 orang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang, melanjutkan isolasi mandiri menggenapi 14 hari di tempat tinggal masing-masing dengan perjalanan yang dipantau Dishub Jatim dan dimonitor oleh Dinkes Jatim serta Dinkes kota setempat. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar