Pendidikan & Kesehatan

Begini Strategi Tiga Pilar Bentengi Surabaya dari ‘Bandelnya Virus’ di Bangkalan

Petugas saat berjaga di Jembatan Suramadu Surabaya, belum lama ini.(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 meningkat tajam di wilayah Kabupaten Bangkalan. Petugas Tiga Pilar berperan penting dalam strategi pencegahan. Utamanya terkait perseberan ke wilayah Surabaya, petugas Tiga Pilar seakan sebagai benteng terakhir.

Terlebih ‘bandelnya virus’ juga membuat masyarakat di Kota Surabaya merasakan was-was. Meski sudah terdapat benteng penyekatan dan swab massal, masih saja sejumlah kejadian di Jembatan Suramadu yang menunjukkan kebandelan tersebut. Dalam catatan beritajatim.com selama sepekan, setidaknya ada 5 hal yang menunjukkan kebandelan masyarakat ini.

Yunus, Kepala Kecamatan Sawahan, yang dikenal sebagai Super Hero ‘New Man’ 5M di Surabaya ini melihat ada ‘kenakalan’ warga yang perlu diwaspadi petugas Tiga Pilar.

“Pertama tingkat emosional yang pastinya akan ada penolakan baik pembatasan maupun swab tes. Dan sudah terbukti di hari ke-3 seorang lelaki melawan petugas. Akan ada yang lari seperti hari ke dua pelaksanaan swab massal. Benar pada hari ke-4 juga masih ada yang lari menghindari tes usap antigen ini,” jelasnya kepada beritajatim.com, Jumat (11/6/2021).

Yunus yang memperoleh tugas langsung dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi ini pun mendapat laporan beberapa kejadian unik. Seperti jebolnya pagar Jembatan Suramadu di hari ke-2. Aksi akrobatik ibu-ibu panjat pagar loncat untuk menghindari tes usap. Bahkan ada lebih dari 100 Kartu Tanda Penduduk yang diamankan Petugas Satpol PP lantaran ditinggal pemiliknya. Mereka menghindari tes yang dilakukan dengan mengusapkan alat steril ke rongga hidung ini.

Sampai hari ini tercatat sekitar 10 ribu pengendara yang menjalani swab massal di Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya. Dari total data tersebut ada 150 lebih hasilnya reaktif. Bahkan ada 50 lebih warga yang positif dan harus menjalani karantina.

Melihat begitu banyak aksi ‘nakal’ ini, Pemerintah Kota Surabaya dinilai perlu membangun sejumlah benteng dari tingkat RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan. Bahkan pihak swasta yang mempekerjakan warga dari Pulau Madura atau luar Surabaya harus mewajibkan pegawainya lakukan tes swab jika mudik.

“Dengan begini maka akan ada lima benteng dari benteng makro yakni Petugas Tiga Pilar di Kota Surabaya. Benteng mikro di tingkat Kecamatan, Kelurahan, dan bahkan RT serta RW diberikan edukasi pencegahan khusus ini,” paparnya.

Kota Surabaya menurut Walikota Surabaya, Eri Cahyadi juga menyebutkan bahwa swab hunter ini menjadi benteng ke-2 yang menjaga warganya. Ia memaparkan, bersama Polrestabes Surabaya, Polres KP3 Tanjung Perak dan TNI program swab hunter dari Pemkot akan lebih efektif. Karena semuanya akan slaing mengcover bagaimana arah dan tujuan perburuan.

Karena masyarakat dari Pulau Madura banyak menjadi pengusaha, bisnis dan pekerja, maka swab hunter akan menyasar minimal tiga titik. Di antaranya yakni pasar tradisional, pasar modern, dan juga komplek kos-kosan. Sebab, disinilah kebanyakan warga musiman bergelut untuk mengadu nasip di Kota Pahlawan.

“Sudah kita antisipasi dengan sejumlah program. Di antaranya suwab hunter dan sosialisasi ke komplek warga musiman. Termasuk komplek kos-kosan juga pasti kita sasar,” paparnya saat mendampingi pintu masuk Kota Surabaya di Jembatan Suramadu.

Tak ada celah buat warga ‘bandel’ yang menghindari swab antigen massal dari Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Tj Perak. Hal ini dikarenakan petugas Tiga Pilar termasuk Polres yang dipimpin oleh AKBP Ganis Setyaningrum ini berjaga selama 24 jam.

Papar Ganis, petugad TNI dari Marinir dan satuan lain juga turun menjaga benteng supaya pengendara tak bisa lari. Maka dengan seperti itu, tak akan ada lagi pengendara atau masyarakat yang bisa menghindari dua jalur ini.

“Kita sudah kerahkan petugas gabungan. Baik itu pemkot dan TNI. Sehingga Polres bisa memfokuskan penjagaan di jalur tikus dan itu juga dibantu Satpol PP maupun Marinir. Semoga Surabaya bisa bebas dan tak tertulari virus dengan signifikan dari Kabupaten Bangkalan,” tegasnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar