Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Begini Asal Usul PMK Masuk Lamongan dan Menyerang Ternak di 21 Desa

Salah satu peternakan sapi di Kabupaten Lamongan yang terjangkit PMK

Lamongan (beritajatim.com) – Sejumlah hewan ternak yang ada di 21 desa dari 8 kecamatan di Lamongan terpapar wabah PMK (Penyakit Kuku dan Mulut). Lalu, bagaimana asal usul kasus PMK ini bisa masuk ke Kota Soto?

Dalam hal ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa asal usul kasus PMK masuk Lamongan karena bermula dari peternak yang membeli seekor sapi di pasar sapi Balongpanggang, Gresik. “Awalnya kasus masuk ke Lamongan yaitu peternak Lamongan membeli sapi di pasar sapi Balongpanggang. Selanjutnya menulari sapi yang lainnya,” ujar Bupati YES, sapaan akrab Bupati Lamongan, Sabtu (14/5/2022).

Menyikapi hal tersebut, Bupati YES mengaku jika pihaknya langsung menggelar rapat terbatas untuk penanganan kasus PMK. Bahkan, pasar sapi yang berada di wilayah Lamongan pun harus ditutup untuk meminimalisir penularan PMK.

“Kami pun sudah melakukan rapat terbatas terkait penanganan kasus PMK setelah ada kunjungan Gubernur Jatim di wilayah Tikung. Kami juga sudah menutup sementara dua pasar sapi di wilayah kabupaten Lamongan untuk memilih meminimalisir penyebaran,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana menuturkan, Polres Lamongan bersama Dinas terkait telah menjadi garda terdepan dalam hal penanganan kasus PMK di Lamongan.

Selain itu, Miko menyampaikan, pihaknya melakukan upaya-upaya maksimal bersama dengan pemerintah daerah demi mencegah penularan wabah virus PMK. Mulai dari pengecekan dan penyemprotan desinfektan di lingkungan kandang hewan ternak dan kendaraan pengangkut hewan, baik yang masuk maupun keluar.

“Penyemprotan desinfektan itu merupakan langkah jitu dalam melakukan upaya pencegahan serta meningkatkan biosafety dan biosecurity di lingkungan RPH Lamongan,” tutur Miko.

Tak hanya itu, Miko juga mengimbau kepada para peternak di Lamongan untuk lebih ekstra dalam mengawasi hewan-hewan ternaknya. “Juga dilakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para pemilik hewan. Kami harap, jika ada yang menunjukkan gejala ternak mulai sakit, maka untuk segera melapor agar cepat ditangani sebelum terlambat,” tambahnya.

Seperti diketahui, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga turut datang ke Lamongan dalam rangka bakti sosial membantu untuk melakukan pencegahan, penanganan, dan pengobatan pada ternak sapi yang terpapar PMK.

Nantinya, rombongan dari FKH Unair Surabaya menyebar ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan seperti Turi, Sugio, Mantup, Tikung, Sarirejo, dan Kembangbahu. Bahkan, mereka juga akan mengecek ternak dan memberikan edukasi kepada para peternak.

Tak cukup itu, rombongan mahasiswa dari UNAIR juga membawa sejumlah obat-obatan dan vaksin untuk mengantisipasi adanya keterbatasan ketersediaan obat saat melakukan penanganan terhadap wabah PMK. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar