Pendidikan & Kesehatan

Beda Kebijakan Salat Ied di Kota dan Kabupaten Saat PSBB Malang Raya

Bupati Malang, M Sanusi.

Malang(beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang resmi diberlakukan sejak Minggu, (17/5/2020).

Perwali dan Perbup yang berisi peraturan PSBB selesai pada Rabu, (13/5/2020) malam.

Bupati Malang, M Sanusi mengatakan untuk kegiatan ibadah selama PSBB berlangsung atau 14 hari sejak efektif diberlakukan tetap boleh digelar. Sanusi hanya meminta saat PSBB kegiatan ibadah wajib memperhatikan anjuran physicial distancing.

Salat Idul Fitri atau Salat Ied tetap diperbolehkan dengan jemaah jumlah besar. Dia tidak melarang salat Ied. Hanya saja jemaah yang hadir maupun takmir Masjid wajib memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah virus corona Covid-19.

“Di Kabupaten tidak dilarang, berlaku di seluruh wilayah di Kabupaten Malang. Asal sesuai protokol kesehatan dan physicial distancing,” kata Sanusi di Bakorwil III Malang.

Sementara Pemerintah Kota Malang mengimbau salat Ied sebaiknya tidak dilakukan demi menghindari penyebaran virus corona. Bahkan Pemkot Malang telah meminta pertimbangan dari tokoh-tokoh agama yang ada. Mereka tidak keberatan bila kegiatan ibadah untuk sementara waktu diadakan di rumah.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bila tetap ingin melaksanakan salat Ied takmir Masjid wajib memperhatikan protokol kesehatan seperti, menyediakan hand sanitizer, wajib bermasker, menyediakan thermo gun sesuai SOP Covid-19

“Yang meminta seperti itu justru dari para tokoh agama. Termasuk salat Ied inikan sunnah, sementara salat Jumat yang wajib saja ditiadakan. Memang tidak ada larangan di Pergub juga demikian tapi diimbau ibadah di rumah. Semua harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) bila tetap beribadah,” tandasnya. (Luc)





Apa Reaksi Anda?

Komentar