Pendidikan & Kesehatan

BDR Berbasis Kearifan Lokal Jawab Kegelisahan Guru Kediri di Tengah Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Model pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19 menjadi hal baru dalam dunia Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, dalam penerapannya perlu adanya metodologi yang praktis dan aplikatif. Untuk menjawab kegelisahan para guru tersebut, sebuah workshop diadakan oleh Smart Training bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Webinar dan Workhop Nasional tersebut berlangsung selama empat hari, sejak 8-11 Agustus 2020. Tema yang diambil adalah Pengembangan Program Belajar Dari Rumah (BDR) Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan ini kerja bareng PGRI Kabupaten Gresik, Smart Training dan PGRI Kota Kediri.

“Sebelumnya kita selenggarakan webinar seri satu dengan PGRI Kota Kediri. Dengan suksesnya acara, pada awal Juli kemarin, webinar seri satu mencapai 1.300 peserta, kemudian kami menawarkan kolaborasi dengan PGRI lain di wilayah Jawa Timur,” ujar Alvian D. Putra, S.IP., M.IP, Direktur Utama Smart Training.

Dalam webinar ini menghadirkan Keynote Speaker kelas Nasional ialah, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, selaku Ketua Umum Pengurus Besar PGRI dan Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya.

Sementara narasumbernya antara lain, Drs. Arief Susanto, M.Pd (Ketua PGRI Kabupaten Gresik), Djoko Adi Waluyo, ST, MM., DBA, (Ketua PB PGRI), Dr. Agus Muji Satoso, M,Si, (Wakil Rektor 1 UN PGRI Kediri), Dr. Atrup M,Pd., MM. (Ketua YPLP Dasmen Cab. Kota Kediri) dan Rian Damariswara, M.Pd. (Pemenang Insentif Kearifan Lokal LIPI 2020). Kali ini pesertanya membeludak mencapai 3.000 orang guru dari seluruh Indonesia.

Dijelaskan Alvian, tujuan dari kegiatan ini adalah agar guru memiliki kebermanfaatan. Pasalnya, ditengah pandemi Covid-19 yang membuat pembelajaran terganggu, guru dituntut untuk melek digital, mempelajari zoom, google meet dan aplikasi youtube streaming agar pembelajaran mudah diterima oleh murid.

“Harapannya bapak ibu guru memiliki suatu program RPP dengan baik di sistem BDR ini,” tambah pengusaha muda yang juga Ketua Umum HIPMI Kota Kediri ini.

Kegiatan ini berangkat dari kegelisahan para pendidik dalam menyesuaikan diri pada sistem pembelajaran daring. Dimana, tak jarang dijumpai adanya persoalan pada metode belajar jarak jauh ini seperti, pemanfaatan teknologi dan penyesuaian diri terhadap perkembangan pendidikan.

“Kita melihat sesuai kurikulum tidak mungkin dilaksanakan misalnya pelajaran olahraga, apakah bisa dilakukan secara virtual. Maka pembelajaran harus sesuai konteksnya, bisa melalui sistem pembelajaran video. Kita tahu guru mengirimkan video ke murid, banyak sekali kendala. Seperti misalnya resolusi gambar terlalu besar dan mengahabiskan kuota,” terangnya.

“Bagaimana kita di webinar series ini lebih pada kearifan lokal. Kami mendorong pembelajaran berbasis kearifan lokal, karena setiap daerah mempunyai kekhasan. Biar lebih mudah dan bisa dijangkau proses pembelajaran efektif.” tutupnya. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar