Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Bata-Bata Disiapkan Jadi Pesantren Tangguh

Pamekasan (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, disiapkan sebagai ‘Pesantren Tangguh’ dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona alias Covid-19.

Keberadaan pesantren tangguh tersebut digagas dan dipelopori Polres Pamekasan, bersama Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di wilayah setempat. Sekaligus dijadikan sebagai percontohan bagi pesantren lain yang tersebar di berbagai wilayah di Pamekasan.

Sebab sejauh ini, terdata sekitar 329 pesantren yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Di mana sebagian besar pesantren saat ini kembali aktif pasca libur panjang selama Ramadan 1441 Hijriah, sekalipun berada di tengah pandemi Covid-19.

“Langkah ini sebagai upaya kami untuk mengajak para santri bersama menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan pesantren,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari melalui Kasatbimas Iptu Bambang Irawan, Sabtu (13/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya bersama jajaran sektoral Polsek Palengaan, juga mulai memasang berbagai perlengkapan maupun atribut ‘Pesantren Tangguh’ seperti yang diterapkan pada ‘Kampung Tangguh’ yang berada di sejumlah desa berbeda. Seperti pos keamanan, kesehatan dan observasi hingga dapur umum.

Dua santri santri Bata-Bata menggunakan masker di kompleks pesantren di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Sejauh ini Bata-Bata (sebutan akrab Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata) menjadi pesantren yang kami gagas untuk membentuk ‘Pesantren Tangguh’, sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai percontohan bagi pesantren lain untuk menerapkan kegiatan serupa demi mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara pihak pesantren melalui Jubir Satgas Anti Corona (Satcor) Bata-Bata, Mustafa Afif menyambut baik program yang digagas Polres Pamekasan. Bahkan ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan korp baju cokelat sebagai ‘Pesantren Tangguh’ di Pamekasan.

“Pertama kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan ini, dan tidak kalah penting kami juga memiliki komitmen serupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran wabah virus corona, khususnya di lingkungan pesantren,” kata Mustafa Afif.

Tidak hanya itu, penerapan protokol kesehatan juga sudah mulai diterapkan di pesantren sejak para santri mulai kembali ke pesantren. “Penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dan lainnya sudah kita terapkan sejak santri mulai kembali ke pesantren dan alhamdulillah semua berjalan lancar,” imbuhnya.

“Namun tidak kalah penting kami selalu berharap agar kondisi (pandemi Covid-19) ini segera berakhir, saat ini upaya kita tinggal berdoa semoga wabahi ini segera diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga kita terbebas dari corona,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pesantren Bata-Bata juga membentuk Tim Satcor sebagai sebagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan wabah Covid-19. Tim tersebut bertugas untuk merencanakan, melaksanakan serta memberikan informasi terkait prosedur dan mekanisme kembalinya santri di masa pandemi. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar