Pendidikan & Kesehatan

Baru Beroperasi, RS Darurat di Kabupaten Sudah Terisi 4 Pasien Covid-19

Kediri (beritajatim.com) – Tiga hari paska dioprasionalkannya Rumah Sakit (RS) Nur Aini, Tulungredjo, Pare Kabupaten Kediri, sebagai layanan Rumah Sakit darurat pasien Covid-19 kini langsung terisi pasien.

Bambang Triyono Putro, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, ada empat pasien yang kini telah mendapatkan layanan perawatan di Rumah Sakit Nur Aini tersebut.

Bambang mengaku, Rumah Sakit Nur Aini merupakan rumah sakit darurat yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, sebagai sikap tanggap dan antisipasi overloadnya Rumah Sakit rujukan.

“Rumah Sakit Nur Aini ini memang ditujukan untuk perawatan pasien terpapar Covid-19 dengan gejala ringan maupun sedang. Sedangkan Rumah Sakit darurat ini memang telah sesuai dengan kebutuhan perawatan pasien Covid-19. Di mana terdapat sejumlah sarana prasarana pendukung layanan perawatan termasuk adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi tanggung jawab kepanjangan luasan kerja dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) melalui rekrutmen Nakes beberapa waktu lalu,” terangnya.

Masih kata Bambang, Rumah Sakit Nur Aini tersebut diperkirakan mampu menampung kurang lebih 60 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Meskipun Pemkab Kediri telah menambah layanan ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, namun Bambang sekali lagi mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan diri masing-masing termasuk menaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19. “Tetap pakai masker, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan pakai sabun,” imbaunya.

Diketahui, RS Nur Aini merupakan RS darurat yang ditunjuk oleh Pemkab Kediri setelah tiga RS rujukan di Kabupaten Kediri alami overload. Tiga RS tersebut diantaranya RS Simpang Lima Gumul (SLG), RSKK Pare, dan HVA Tulungredjo Pare.

Sementara itu, Pemkab Kediri telah menjalin kerjasama sewa gedung bangunan RS Nur Aini selama kurun waktu 1 tahun. Biaya sewa sendiri dikeluarkan dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) senilai Rp 450 juta. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar