Pendidikan & Kesehatan

Banyuwangi Tindak Warga Tak Bermasker

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah warga dan pengguna jalan di Banyuwangi terjaring operasi yuridis karena tidak menggunakan masker. Mereka diberhentikan oleh polisi dan langsung disidang oleh petugas Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Para warga ini tampak terkejut dan khawatir. Karena biasanya operasi polisi dilakukan terkait dengan surat-surat kelengkapan berkendara.

Layaknya di ruang persidangan, para warga yang terjaring juga berhadapan langsung dengan panitera dan jaksa. Bahkan, petugas juga membawa serta palu sebagai tanda memutus perkara persidangan.

Usai melakukan sidang, warga kembali diedukasi untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Mereka juga diminta untuk membayar denda materiil yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan lanjutan dari Perda Gubernur Nomor 2 tahun 2020 kita tindak lanjuti dengan melakukan operasi. Ini juga bentuk dari tindak lanjut Inpres Nomor 6 tahun 2020 yang berhubungan dengan protokol kesehatan dan wajib masker,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Senin (14/9/2020).

Kombespol Arman Asmara Syarifudin menyebut, sebenarnya pihaknya bersama gugus tugas sudah melakukan edukasi terkait hal ini sejak bulan kedua di masa pandemi. Namun, kembali dilakukan karena dinilai kesadaran masyarakat menurun terutama dalam penggunaan masker.

“Kita sudah lakukan edukasi ini terhadap masyarakat Banyuwangi bersama Tim Gugus Tugas, bapak bupati dan forpimda. Memberikan bantuan masker dan masyarakat wajib menggunakan masker,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan operasi ini merupakan bentuk pesan dari pemerintah daerah kepada warganya. Pesan itu meminta agar warganya patuh pada protokol kesehatan untuk tetap menggunakan masker.

“Kegiatan ini adalah mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi untuk menggunakan masker. Jadi pesannya bukan dari tindakan hukumnya atau dendanya,” kata Anas.

Anas menegaskan kedisiplinan warga saat ini mulai turun. Padahal, kasus konfirmasi positif Covid 19 justru tambah meningkat.

Kesadaran ini ditekankan khususnya bagi pemilik usaha toko dan warung. Pasalnya, pihaknya masih mendapati sejumlah warung dan restoran yang tidak patuh protokol kesehatan.

“Yang kedua adalah, kami meminta agar restoran dan tempat usaha ini untuk tetap menjaga nilai sosial distancing dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena kita tidak mau kalau nanti tidak patuh, ada restoran yang ditutup. Karena kita ingin, protokol jalan usaha juga tetap jalan sehingga ekonomi tetap berlangsung sehingga banyak tempat usaha dan tenaga kerja yang terganggu,” pungkasnya.

Sejauh ini, Pemkab Banyuwangi kembali telah memberikan kebijakan untuk membatasi jam operasi kepada pemilik usaha, toko, warung dan pasar modern. Termasuk membatasi bagi warga yang melakukan hajatan, bahkan bekerja dari rumah bagi ASN dan perkantoran. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar