Pendidikan & Kesehatan

Akui Ada Kesalahan,

Banyuwangi Perkuat Data Penerima Bansos

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi sejumlah kecamatan untuk memperkuat mekansime penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19.

Roadshow dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan itu dimulai dari Kecamatan Cluring, Bangorejo, Purwoharjo, Tegaldlimo Muncar, hingga Kalibaru.

”Terima kasih ke bapak/ibu kepala desa. Beliau-beliau rela lembur memproses pendataan. Yang biasanya malam hari tadarusan, sekarang mengisi data untuk membantu masyarakat miskin. InsyaAllah sama-sama berpahala,” ujar Anas, Kamis (14/5/2020).

Sehari sebelumnya, Selasa (12/5), Anas juga melakukan roadshow langsung ke lima kecamatan di wilayah Selatan. Mulai dari Kecamatan Cluring, Bangorejo, Purwoharjo, Tegaldlimo, hingga Muncar.

Anas mengatakan, dalam pelaksanaannya, penyaluran bansos memang masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Misalnya terkait pendataan. Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Anas memilih untuk bertemu langsung dengan kepala desa dan operator desa guna menyamakan persepsi dengan sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh sejumlah kementerian secara dinamis.

“Berbagai persoalan yang muncul pada penyalurah tahap pertama ini, harus kita selesaikan. Jangan sampai terulang pada tahap berikutnya. Memang, kesalahan-kesalahan kecil adalah sesuatu yang manusiawi. Hampir semuanya mengalami problem yang sama. Tinggal bagaimana kita segera bertindak mencari solusi. Fokus kita adalah solusi, karena kalau ngomongin masalah, nanti malah tidak selesai-selesai,” ungkap Anas.

“Kami, jajaran yang ada di pemkab siap bersama bapak-bapak dan ibu kades/lurah semua. Sampaikan ke kami, nanti kami fasilitasi komunikasi dengan pusat,” imbuhnya.

Anas mengatakan, pendataan di masa pandemi bersifat sangat dinamis. Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi membuka kanal pengaduan, baik melalui online maupun ke kantor desa/kelurahan atau kecamatan. Bahkan, di kantor-kantor kecamatan sudah dipublikasikan nomor kontak camat dan jajaran yang menangani bansos.

”Ada kendala itu pasti, tapi saya mohon warga tidak usah menyalahkan dan memarahi bapak/ibu kades dan lurah atau camat. Mekanisme pengaduan sudah disediakan. Silakan mengadu lewat telepon ke camat bisa, ke kantor bisa, lewat online bisa,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Lukman Hakim menambahkan, salah satu persoalan yang muncul adalah tentang data para penerima terutama pada Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos. Pemerintah desa telah melakukan musyawarah desa guna menentukan para penerimanya. Lantas data tersebut disetorkan melalui sistem Smart Kampung ke Pemkab Banyuwangi, yang lalu dikirimkan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos.

Akan tetapi, ada kendala teknis di pusat, sehingga data penerima yang datang sebagian berbeda dengan data yang telah disetor. Ada data lama yang masih dipakai, seperti halnya penerima yang sudah pindah rumah.

“Setiap hari kita berkoordinasi dengan kementerian untuk merampungkan hal tersebut. Kami pastikan untuk pencairan tahap kedua, semuanya sudah sesuai dengan hasil Musdes,” ungkap Lukman. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar