Pendidikan & Kesehatan

Banyuwangi Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah sejak 18 Januari 2021. Selain memastikan terpenuhinya tiga syarat SKB 4 menteri, pelaksanaan hanya diperbolehkan di wilayah paling sedikit terpapar Covid 19. Kapasitas maksimum tiap kelas juga diatur 30 persen.

“Yakni adanya izin yang dikeluarkan oleh kepala daerah, ijin dari orangtua dan kesiapan sekolah akan protokol kesehatan selama penyelenggaraan. Ketiga syarat ini ibarat segitiga sama kaki, wajib terpenuhi semuanya, jika salah satu saja tidak terpenuhi maka PTM tidak bisa dimulai,” ungkap Juru bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono, Selasa (19/1/2021).

Rio menyebut, PTM ini telah mendapat izin dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, Bupati telah mengeluarkan rekomendasi tentang pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid 19. Namun surat izin tersebut tidak serta merta membolehkan semua sekolah untuk melakukan PTM.

“Pada surat izin PTM tersebut, Bupati menugaskan pada Dinas Pendidikan untuk melakukan pemetaan, sekolah mana yang bisa menerapkan PTM. Serta secara tegas memerintahkan Dinas Pendidikan ajeg melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM tersebut,” ujar Rio.

Berdasar pemetaan Dispendik mengeluarkan rekomendasi sekolah yang bisa melaksanakan PTM. Tingkat SD ada 77 sekolah negeri/swasta dan SMP ada 43 sekolah negeri/swasta. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar