Pendidikan & Kesehatan

Banyuwangi Gelar Festival Posyandu

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi akan menggelar Festival Posyandu Kreatif (FPK) di Pendopo Kabupaten, Senin (4/3/2019). Festival ini akan diikuti ribuan kader posyandu se-Banyuwangi dan berbagai acara promosi kesehatan yang dikemas menarik.

Event ini adalah salah satu agenda Banyuwangi Festival yang akan diisi dengan beragam atraksi yang sarat edukasi dan keceriaan. Mulai dari gelar posyandu kreatif, penimbangan balita massal, lomba Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kreatif, hingga kelas parenting oleh artis Mona Ratuliu yang kini banyak dikenal menjadi pengisi acara parenting di skala nasional.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Posyandu Kreatif merupakan ajang apresiasi bagi para kader Posyandu. Sekitar 1.000 lebih kader posyandu dan 550 balita se-Banyuwangi akan berkumpul di Pendopo Banyuwangi untuk memeriahkan festival yang baru pertama kali digelar ini.

“Lewat ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada para kader posyandu. Lewat peran mereka, tumbuh kembang generasi penerus bangsa ini dijaga dan dipantau agar bisa berkembang dengan optimal. Ini semacam penghargaan dari kami kepada peran-peran beliau yang penuh ketulusan” kata Anas.

Anas mengatakan, lewat ajang ini para kader posyandu bisa saling bertemu untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka kepada kader yang lain. “Semacam gathering bagi kader posyandu, mereka bisa saling sharing tentang pengalaman mereka selama menjadi kader, karena masalah yang ditemui di tiap wilayah pasti berbeda,” kata Anas.

Anas berharap agar berharap festival ini dapat menumbuhkan kreativitas dan setelahnya bisa meningkatkan kinerja pelayanan pada masing-masing kader posyandu. “Semoga setelah mengikuti festival, kader-kader ini bisa semakin kreatif dan bersemangat,” harap Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan gelar Posyandu Kreatif, terangnya, akan menampilkan kader posyandu dari 25 kecamatan se Banyuwangi.

“Di festival ini akan ada gelar posyandu kreatif, lomba Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kreatif, kelas parenting, display inovasi Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi (Sirami Gizi), display taman posyandu, lomba paduan suara mars posyandu, serta panggung hiburan,” kata pria yang akrab disapa dr. Rio tersebut.

Ditambahkan dr. Rio, posyandu di Banyuwangi cukup berbeda dari posyandu secara umum yang menggunakan sistem 5 meja. Posyandu di Banyuwangi menggunakan sistem 6 meja. “Kreatifnya di sini, selain meja pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan, kita menambahkan meja Bengkel Sakina (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak). Meja ke-enam ini berfungsi sebagai meja konsultasi para orang tua tentang tumbuh kembang anak (parenting),” terangnya.

Tak hanya menampilkan aktivitas posyandu, Gelar Posyandu Kreatif bakal diwarna dengan aksi menimbang balita massal. Sebanyak 500 lebih balita akan ditimbang secara serempak menggunakan tripod (timbangan gantung) yang disediakan di halaman depan Pendopo. “Pasti seru,” ujar dr. Rio.

Festival ini juga melombakan kreativitas penyajian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Mereka akan beradu kreativitas dalam menciptakan dan menyajikan PMT yang beragam, higienis, dan memenuhi standar gizi.

“Ini salah satu sesi yang ditungu ibu-ibu. Di sini nanti akan kita lihat banyak menu PMT baru yang pasti bikin balita anda tertarik. Syaratnya, bahan dasarnya tidak boleh mahal dan mudah didapat,” cetusnya.

“Biar tambah semangat, kami undang artis Mona Ratuliu sebagai narasumber untuk berbicara masalah parenting,” pungkas dr. Rio. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar