Pendidikan & Kesehatan

Banyuwangi Catatkan Dokter Pertama Meninggal Akibat Covid 19

Banyuwangi (beritajatim.com) – Corona Virus Disease (Covid 19) memang berbahaya bagi penderitanya. Terbukti ribuan warga menjadi korban keganasan virus jenis SARS CoV 2 ini. Tidak hanya di dunia, tanpa terkecuali di Indonesia.

Tanpa tebang pilih, korban dari virus ini dapat menjangkit siapa saja. Tak mau tahu, warga biasa, pejabat bahkan pegawai medis termasuk dokter sekalipun dapat terinfeksi.

Menurut data, ada sekitar 130 dokter meninggal akibat terpapar Covid 19. Bahkan paling baru, data menyebutkan satu dokter asal Banyuwangi juga meninggal akibat virus ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono, dokter yang bersangkutan harus melalui perjuangan berat mengatasi penyakit yang diderita. Terlebih, kondisi almarhum diperberat dengan memiliki riwayat obesitas.

“Dokter yang meninggal tersebut selama ini bertugas di salah satu klinik kesehatan di Banyuwangi,” kata dr. Rio sapaan akrab Widji Lestaiono, Rabu (14/10/2020).

Sesuai penelusuran awal, Rio menyebut, yang bersangkutan memang kerap bersinggungan langsung dengan pasien Covid 19. Kondisi ini yang kemungkinan menjadi penyebab awal dirinya terpapar Covid 19.

“Memang ada riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya. Pasien mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, sakit kepala, hingga mual/muntah. Juga ada pneumonia,” terang dr. Rio, sapaan akrabnya.

Setelah itu, kata Rio, yang bersangkutan mendatangi salah satu rumah sakit rujukan covid di Banyuwangi dan dilakukan penanganan. “Hasil swab-nya terkonfirmasi positif, termasuk almarhum juga memiliki riwayat obesitas,” terangnya.

Kematian salah satu dokter di Banyuwangi ini mencatatkan kasus pertama korban akibat Covid 19 dari kalangan medis. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah maupun warga Banyuwangi pada umumnya. “Kita semua berduka atas wafatnya beliau. Ini adalah kehilangan yang besar, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, dokter, perawat, dan berbagai insan kesehatan selama ini telah berperan besar dalam menangani pandemi Covid-19, baik secara promotif, preventif, hingga kuratif. “Mari terus terapkan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini bisa kita lewati bersama-sama dengan baik,” papar Anas.

Anas juga kembali mengingatkan kepada seluruh warga, penularan penyakit ini masih terjadi di masyarakat. “Kita juga masih melihat bahwa dampak ini tidak hanya kepada kelompok masyarakat saja. Namun, tenaga kesehatan juga banyak terdampak oleh penyakit ini,” ucap Anas.

“Kita lihat bahwa penularan masih terjadi. Maka dengan kepatuhan kita terhadap segala peraturan pemerintah terkait pengendalian Covid-19, maka angka ini bisa kita tekan, bisa kita turunkan,” lanjut Anas.

Pada hari ini, kasus konfirmasi covid di Banyuwangi mencapai 1.526 orang, dengan angka kesembuhan mencapai 1.203 orang atau hampir 79 persen. Untuk kasus meninggal sendiri sebanyak 121. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar