Pendidikan & Kesehatan

Banyak Tambahan Kasus, Ruang Isolasi RS di Ponorogo Hampir Penuh

Memakai masker menjadi salah satu cara untuk meminimalisir penularan Covid-19. (Foto/Ilustrasi: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penambahan kasus baru Covid-19 di bumi reyog semakin banyak, data terakhir yang dikeluarkan oleh tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo menyebut ada 49 tambahan kasus baru. Angka itu menjadi rekor penambahan kasus tertinggi, sejak pandemi Covid-19 ini melanda Ponorogo pada pertengahan bulan Maret lalu.

“Penularan terus terjadi, hari ini ada penambahan 49 kasus baru Covid-19 di Ponorogo,” kata Plt. Bupati Ponorogo Soedjarno, Sabtu (5/12/2020).

Tambahan 49 kasus konfirmasi baru ini, semuanya sudah dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR, dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19. Jumlah tersebut terdiri dari 22 orang yang merupakan hasil tracing kontak erat kluster perkantoran.

Kemudian ada 11 orang yang merupakan pasien dengan hasil rapid test reaktif yang dilakukan untuk menjadi petugas KPPS. Ada 8 orang yang merupakan pasien hasil tracing kontak erat kasus sebelumnya. Tindak lanjut rapid test reaktif untuk keperluan menjadi pengawas TPS ada 3 orang.

Selanjutnya ada 3 orang yang merupakan pasien suspec dan saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Ponorogo. Dan terakhir 2 orang yang merupakan pasien dengan hasil rapid test reaktif, yang dilakukan untuk keperluan perjalanan keluar kota dan screening di kantor.

“Saya tak pernah lelah untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Sebab penularan Covid-19 ini sudah di rumah tangga hingga perkantoran,” kata Soedjarno.

Soedjarno menyebut jika shelter di jalan Trunojoyo saat ini sudah penuh. Sedangkan kamar isolasi di beberapa rumah sakit rujukan di Ponorogo juga hampir penuh. Sebab saat ini, ada 142 pasien yang menjalani isolasi. Keadaan itu diperparah dengan kasus baru tiap hari terus bertambah dan jumlahnya tidak sedikit.

Menurut Soedjarno dibutuhkan kerjasama dan kepedulian semua pihak, baik masyarakat maupun Pemkab untuk bisa mengendalikan ini semua. Salah satu caranya adalah dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Terutama 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

“Mari semuanya saling mengingatkan, semoga pandemi ini bisa dikendalikan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar