Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Banyak Sekolah Kekurangan Murid, Bupati Didesak Segera Lantik Kepala Dispendik Jember

Bupati Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, sampai saat ini masih dijabat pelaksana tugas, yakni Suko Winarno. DPRD Jember mendesak agar posisi nomor satu di dinas tersebut segera diisi.

“Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mendesak Bupati agar segera menunjuk dan mengangkat pejabat definitif Dinas Pendidikan,” kata Sri Winarni, juru bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dalam Sidang Paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022).

“Dengan beban berat Dinas Pendidikan maka keberadaan pejabat definitif adalah sebuah keharusan. Saat ini banyak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang jumlah siswanya tidak sesuai dengan ketentuan minimal. Jumlah siswanya sangat minim. Untuk itu perlu segera dilakukan regruping dengan sekolah terdekat yang setara,” kata Winarni.


Desakan serupa juga muncul dari Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB). “Kita semua berharap, seluruh OPD di lingkungan Pemkab Jember wajib memaksimalkan serapan anggaran. Agar serapannya bagus maka kami meminta kepada bupati agar OPD yang masih dipimpin pelaksana tugas segera didefinitifkan,” kata Ardi Pujo Prabowo, juru bicara Fraksi GIB,

Menurut Ardi, dalam penyusunan Perubahan APBD 2022 yang dipentingkan adalah kesesuaian program dan harapan dengan anggaran. “Contohnya, ingin menjadikan pariwisata menjadi sektor prioritas, tapi anggaran tidak sepadan untuk itu. Ingin pertanian maju, tetapi anggaran penunjangnya tidak mumpuni. Ingin UMKM bangkit, tetapi anggaran tidak memadai, bahkan mungkin tidak jelas,” katanya.

“Lebih dari itu, kami berharap anggaran yang disiapkan dalam Perubahan APBD kali ini harus sesuai dengan skala prioritas program. Visi misi oke, program-programnya keren, tanpa anggaran tidak sepadan adalah omong kosong,” kata Ardi. Sebaliknya, anggaran tersedia dan memadai, tetapi serapannya rendah, maka percuma.

“Contohnya Dinas Pendidikan yang sangat krusial dalam program prioritas, jangan sampai jajaran di dalamnya bekerja di luar kendali pimpinan dan bermain sendiri-sendiri, yang akhirnya berdampak terhadap pelaksanaan program dan realiasi anggaran,” kata Ardi.

Bupati Hendy menegaskan, akan segera menindaklanjuti permintaan itu. Pemkab Jember akan memulai tahapan lelang terbuka dan kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang kosong. “Menanggapi saat ini banyak sekolah dasar dan SLTP yang jumlah siswanya tidak sesuai dengan ketentuan minimal, saran dan masukan akan kami perhatikan dan segera akan dilakukan kajian berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev