Pendidikan & Kesehatan

Banyak Nakes Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan IDI

Surabaya (beritajatim.com) – Covid-19 merupakan virus yang sangat infeksius atau mudah menginfeksi siapa saja. Tidak hanya menyerang masyarakat awam, saat ini pun banyak tenaga kesehatan yang terinfeksi dan menyebabkan beberapa rumah sakit membatasi hingga menutup sementara akses pasien non Covid-19.

Terkait hal ini, Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., SpTHT-KL (K), FICS selaku Tim Satgas Corona IDI Jatim mengatakan bahwa memang banyak dokter yang terpapar Covid-19, tetapi untuk alasan spesifik masih belum diketahui.

Ia mengatakan bahwa selama ini dokter dan tenaga kesehatan sudah menerapkan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 yang ketat. “Secara spesifik kami masih mengidentifikasi atau mengobservasi penyebab banyaknya nakes yang terinfeksi. Kalau masalah protokol, semua rumah sakit sudah menerapkan secara ketat. Jadi kami tidak mencurigai bahwa infeksi ini karena kebocoran protokol,” ujar Dr Chusnu, kepada beritajatim.com, Selasa (2/6/2020).

Ia menegaskan bahwa infeksi kepada nakes juga bukan karena APD (Alat Pelindung Diri) yang tidak memadai. Ia mengatakan bahwa penggunaan APD sudah disesuaikan dengan zona dan levelnya. “Kalau dibilang APD nya kurang mumpuni, saya rasa juga tidak. Untuk level merah kami pakai yang terbaik, kalau dibilang mahal ya juga, sudah sesuai standart,” kata Chusnu.

“Semua dokter di negara lain juga pakai sama dengan kita. Kalaupun dari donasi sudah kami sesuaikan penggunanya dengan zona dan levelnya. Terlebih, semua dokter dan tenaga kesehatan tahu cara menggunakan APD yang baik dan benar,” tuturnya.

“Jika dibilang virusnya yang di Surabaya lebih kuat, ya virusnya memang bermutasi tapi ya virusnya sama saja. Juga bukan hanya di Surabaya saja yang ada nakes terinfeksi, ditempat lain juga ada. Jadi bukan karena virusnya yang berbeda atau apa,” tambahnya.

Virus Corona

Ditanya kemungkinan tenaga kesehatan dan dokter kemungkinan kelelahan dan stress kemudian menyebabkan imunitas para nakes dan dokter ini menurun dan menyebabkan mudah terinfeksi, Chusnu mengatakan bahwa jam kerja dokter sudah diatur dan disesuaikan.

“Saya rasa tidak juga, karena jam dokter sudah diatur, tidak ada yang kelebihan kerja. Bahkan dokter di ICU mendapat lebih banyak kelonggaran. Kalau stress ya semua orang saya rasa jadi was was dengan keadaan seperti ini. Tapi ya saya yakin bahwa teman teman dokter sudah tahu kapasitas dan pekerjaannya adalah suatu pengabdian yang tulus dan ikhlas,” ungkapnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar