Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Banyak Jabatan KS yang Kosong, Ini Solusi Dindik Ponorogo

Kepala Dindik Ponorogo Nurhadi Hanuri(foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 200 guru di Kabupaten Ponorogo dipersiapkan untuk menjadi kepala sekolah. Jabatan kepala sekolah itu meliputi jenjang pendidikan TK, SD dan SMP. Pengangkatan ratusan guru untuk menjadi kepala sekolah itu, dilatarbelakangi banyaknya sekolah di Ponorogo yang jabatan kepala sekolahnya kosong. Selama ini, kekosongan jabatan kepala sekolah itu dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt).

“Paling banyak nanti jenjang pendidikan tingkat SD, untuk SMP jumlahnya cuma puluhan. Sedangkan untuk TK lebih sedikit lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Nurhadi Hanuri, Selasa (17/5/2022).

Ratusan calon kepala sekolah ini nantinya akan dilantik langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Rencananya akan dilakukan pada akhir bulan Mei atau paling lambat awal bulan Juni nanti. “Nanti dilantik langsung oleh Bapak Bupati. Paling cepat akhir Mei ini, atau awal bulan Juni nanti,” ungkap mantan kepala cabang Dindik Jawa Timur (Jatim) wilayah Ponorogo-Magetan itu.

Pengangkatan ratusan guru menjadi kepala sekolah ini, bukan begitu saja terjadi. Ada serangkaian aturan yang dilalui. Kata Nurhadi aturan mainnya sebelum ada program guru penggerak lulus, Dindik Ponorogo diizinkan mengambil guru-guru yang memilik kompetensi yang bagus, untuk dijadikan kepala sekolah. Mereka harus melalui beberapa seleksi termasuk seleksi administrasi. Ratusan guru ini juga dilakukan diklat dan penguatan oleh Dindik Ponorogo. Hal itu dilakukan supaya nanti sudah layak untuk menjabat sebagai kepala sekolah.

“Sebelum ada guru yang lulus dari program guru penggerak, ada keleluasaan untuk pengangkatan kepala sekolah. Kali ini hanya untuk satu periode selama empat tahun saja. Guru-guru yang akan dilantik kepala sekolah ini masih berumur 40-an, jadi masih berpotensi untuk berkembang,” katanya.

Namun, jabatan kepala sekolah ini dapat diberi kesempatan untuk periode berikutnya, asalkan kepala sekolah ini daftar dalam program guru penggerak dan lulus. Sehingga potensi untuk menjabat kepala sekolah untuk periode kedua masih ada.

“Jadi setelah dilantik, kita dorong kepala sekolah ini untuk daftar program guru penggerak. Dengan begitu, mereka nanti bisa melanjutkan ke periode kepala sekolah berikutnya,” katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, ratusan sekolah di Ponorogo jabatan kepala sekolahnya banyak yang kosong. Ada sekitar 200-an sekolah yang saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah. Sekolah yang kosong jabatan kepala sekolahnya itu meliputi tingkat TK, SD dan SMP.

Paling banyak yang kosong, ada di tingkat SD yang mencapai 75 persen dari jumlah sekolah yang kosong tersebut. Kemudian disusul ditingkat SMP ada puluhan sekolah. Serta tingkat TK bisa dihitung dengan jari kekosongannya.(end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar