Pendidikan & Kesehatan

Banyak Ibu Hamil Terindikasi Covid-19, RSUD Dr Soetomo Kewalahan

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Di masa pandemi ini, ibu hamil merupakan pasien dengan risiko tinggi terpapar Covid-19. Selain itu, dari data yang dihimpun beritajatim.com dari diskusi webinar program AWC (Airlangga Webinar Conference) Covid-19 series yang diadakan Fakultas Kedokteran Unair pada 11 Juni 2020 mengungkap fakta bahwa di RSUD dr Soetomo hingga 10 Juni didapatkan 102 kasus rujukan maupun non rujukan.

Pasien-pasien di RSUD dr Soetomo ini mencakup hasil rapid test postif (80 kasus) maupun pasien dengan gejala dan foto thorak yang mengarah pada Covid-19 dengan status PDP. Rapid tes dilakukan karena penegakan diagnosis dengan swab PCR membutuhkan waktu yang bisa lebih dari 1×24 jam. Di antara 102 ini, ada 73 kasus dilakukan swab PCR dan kemudian ditemukan 33 kasus dengan swab PCR positif.

Dalam paparan webminar itu juga menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19 yang datang di RSUD Dr Soetomo bahwa grafik kenaikan kasus diawali bulan April 2020. Bahkan tren waktu menunjukkan dalam sehari ada 7 kasus pasien yang datang ke kamar bersalin RSUD dr Soetomo membawa hasil rapid test positif.

Banyaknya ibu hamil dengan indikasi Covid-19 atau PDP maupun yang sudah terkonfirmasi positif yang datang ke RSUD Dr Soetomo menyebabkan RSUD Dr Soetomo kewalahan, saat ini RSUD Dr Soetomo masih melakukan penataan internal dengan konsekuensi penutupan sementara poli Obgyn atau poli kandungan.

Terkait hal itu, Dr Brahmana Askandar, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya mengatakan bahwa penataan internal di poli kandungan (obgyn) RSUD Dr Soetomo karena over load capacity, yakni mencapai 180 persen.

“Di poli kandungan RSUD Dr Soetomo sedang penataan karena pasiennya over load hingga 180 persen, 80 persen lebih kelebihannya dari kapasitas. Kalau tidak ditutup sementara, karena kalau ada pasien baru, itukan pasiennya jadi tidak tertangani dengan baik, sedangkan RS lain sudah punya dokter kandungan, dokter anestesi dan dokter spesialis yang lain jadi bisa dirujuk disana,” ujar dr Brahmana kepada beritajatim.com, melalui sambungan telepon Selasa (30/6/2020).

Oleh karenanya, Dr Brahmana mengimbau kepada dokter dokter spesialis kandungan, untuk tidak serta merta merujuk pasiennya ke RSUD Dr Soetomo. Karena saat ini sudah tersedia beberapa rumah sakit yang dapat menangani ibu hamil yang terindikasi Covid-19 selain RSUD Dr Soetomo, seperti; RS Angkatan Laut, RSUD Dr Soewandi, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), RSUA, dan Husada Utama.

“Kita menginformasikan kepada dokter dokter kandungan kalau merujuk untuk mempertimbangkan ke rumah sakit rujukan lain agar tidak menumpuk di RSUD Dr Soetomo,” tambahnya.

Terkait hal ini, Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan juga akan membantu masalah rujukan ibu hamil dengan indikasi Covid-19 agar tidak terjadi penumpukan yang serupa, saat berkunjung ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) untuk memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD), di hari yang sama.

“Saya akan melakukan penataan rujukan agar ini tak terjadi. Termasuk membuat komunikasi yang efektif dengan RS yang ada di Surabaya,” ujar Risma. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar