Pendidikan & Kesehatan

Bandel Tongkrong Tak Bermasker, 12 Orang Diamankan dan Jalani Tes Swab

Petugas saat menggelar ops protokol kesehatan di pusat keramaian ruko Sukolilo, Surabaya, belum lama ini.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas tiga pilar tak hentinya menggenjot operasi protokol kesehatan di wilayah Kota Surabaya. Petugas menggelar operasi yustisi untuk pusat keramaian seperti warkop, rumah makan, dan tempat tongkrongan. Dalam operasi yang dilakukan oleh petugas selama sepekan, tercatat ada 12 pelanggar yang menjalani pemeriksaan.

Usai diperiksa, petugas pun membawa pelanggar ini ke pusat test swab di Park and Ride Surabaya Timur. Kapolsek Sukolilo, AKP Subiantana menejelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk mendata pelanggar.

“Usai diperiksa kita lakukan penyitaankartu penduduk. Selanjutnya pelanggar kita tes swab jika positif maka akan dilakukan karantina,” jelasnya kepada beritajatim.com, Senin (23/11/2020).

Terus galakkan operasi, begitulah solusi utama mengingatkan warga supaya tertib protokol kesehatan. Tak hanya itu, para pengusaha yang tak memberikan pengumuman juga diberikan pembinaan. Sebab, para pengusaha juga menjadi kunci penegakan prokes 3 M ini. Oleh sebab itu, stiker jaga jarak, menyediakan bangku, menjaga berjarak, dan aturan wajib bermasker harus selalu ada.

“Yang tak kalah penting adalah meski sudah ada dan pelanggan membawa handsinizer, para pengusa tetap wajib menyediakan tempat cuci tangan,” tandasnya.

Sementara itu ops yustisi tiga pilar akan dilakukan setiap hari. Bahkan, lanjut kapolsek, petugas piket harian juga diwajibkan untuk menegur, mengingatkan dan menindak masyarakat yang tak taat prokes.

“Hampir semua lini operasi di lapangan kita galakkan tuk sosialisasi prokes. Bahkan kita imbau menggunakan pengeras supaya mengingatkan warga akan pesan ibu yakni 3M ini,” pungkas Kapolsek. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar