Pendidikan & Kesehatan

Bandel di PSBB Malang Raya, Warga Bakal Diisolasi 14 Hari

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata.

Malang(beritajatim.com) – Polisi bakal melakukan razia secara intens selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya resmi ditetapkan pada Minggu, (17/5/2020) mendatang. PSBB sendiri bakal berlangsung selama 14 hari di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan ada jam operasional yang harus dipatuhi oleh warga Kota Malang. Warga diperbolehkan aktivitas di luar rumah sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Jam operasional ini diatur oleh Pemkot Malang.

“Di luar jam operasional tersebut diberlakukan jam malam. Tidak boleh ada kegiatan ataupun kerumunan, semua harus berada di rumah. Kalau ditemukan berkerumun di jam malam, kami akan lansung Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolresta,” kata Leonardus, Kamis, (14/5/2020).

Selain diperiksa di Mapolresta, warga yang tertangkap razia bakal dilakukan rapid test. Dari hasil rapid test, untuk yang reaktif bakal dibawa ke Puskesma atau rumah sakit rujukan untuk tindakan medis lebih lanjut. Sementara bagi warga yang hasil rapid testnya non reaktif maka akan diisolasi selama 14 hari.

Pemkot Malang sendiri telah menyiapkan ruang isolasi atau karantina di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang. Untuk itu warga diimbau patuh selama PSBB demi memutus mata rantai penyebaran virus corona di Malang Raya.

“Tindakan tegas akan kami lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar PSBB. Razia ini sifatnya imbauan. Di 3 hari pertama tanggal penetapan tahap sosialisasi. Kemudian himbauan dan teguran di hari keempat. Serta di hari kelima teguran dan tindakan,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar