Pendidikan & Kesehatan

Balita Positif Corona di Kota Malang Sering Diajak ke Pasar Gadang

Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau Pasar Induk Gadang.

Malang (beritajatim.com) – Penelusuran riwayat kontak pasien balita yang positif virus corona atau Covid-19 di Kota Malang masih dilakukan oleh Satgas Covid-19 Pemkot Malang. Apalagi hasil rapid test terhadap anggota keluarga terutamanya orangtua hasilnya reaktif negatif.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, mengatakan, meskipun rapid test hasilnya reaktif negatif, namun tetap kepada keluarga pasien laki-laki berusia satu tahun ini dilakukan penelusuran riwayat kontak lanjutan.

“Jadi kemarin menelusuri di lingkup keluarga terdekat. Selama ini orang tua dan keluarga yang ada di rumah orang tuanya itu langsung di-rapid test. Hasinya reaktif negatif. Meskipun rapid test rekatif negatif tetap kepada keluarga dilakukan tracing lanjutan,” papar Nur Widianto.

Nur Widianto mengungkapkan, pasien balita positif virus corona pertama di Kota Malang ini ternyata sering diajak orangtuanya berdagang di Pasar Induk Gadang. Karena memang usia satu tahun biasanya balita lekat dengan ibunya.

“Si balita ini sering diajak orang tuanya dagang. Orang tuanya pedagang di Pasar Gadang. Usia satu tahun kan melekat dengan ibunya. Iya sesulit apapun. Ini yang menjadi sesuatu yang unik,” kata Nur Widianto.

Selain itu, Satgas Covid-19 Pemkot Malang juga telah menelusuri riwayat perjalanan ke luar kota ternyata tidak pernah. Pasien ke-14 beserta keluarganya juga tidak pernah memiliki riwayat kontak atau interaksi dengan pasien positif lainnya di Malang.

Hingga saat ini belum diketahui pasti bocah ini tertular virus corona dari siapa. “Tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif yang sebelum-sebelumnya,” tandas Nur Widianto. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar