Pendidikan & Kesehatan

Bahas Bisnis di Era Digital, STIESIA Surabaya Hadirkan 3 Pakar

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan pendidikan bagi mahasiswa S2 dan S3, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya menggelar 1st International Conference on Business & Social Sciences (ICOBUSS) bertajuk “Sustainable Business Practices in Digital Environment” secara virtual melalui Zoom Meeting.

Ketua STIESIA Surabaya, Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA menjelaskan, kampus STESIA terus menjalankan perannya sebagai pioner ekonomi khususnya bidang manajemen dan akuntansi melalui transfer of knowledge dan diseminasi hasil penelitian konseptual, serta aplikatif bagi dunia bisnis dan pemerintah.

“Kami fokus pada strategi menghadapi perkembangan teknologi informasi yang saat ini terus berkembang, dan bagaimana bisnis itu bisa bertahan menghadapi era teknologi yang semakin berkembang. Perusahaan dituntut melakukan kreativitas dan inovasi untuk bisa mempertahankan produktivitasnya di era pandemi saat ini, sehingga tetap bisa bersaing,” ujarnya saat ditemui di Graha Widya Bhakti STIESIA Surabaya.

Di sisi lain Ketua Panitia, Dr. Suwitho, M.Si. mengungkapkan, konferensi ini menjadi salah satu wujud upaya STESIA Surabaya agar mampu menyenggarakan pendidikan tinggi yang dapat bersaing dalam skala Nasional maupun Internasional.

“Kegiatan ini merupakan wujud keaktifan kami melakukan penelitian sebagai salah satu pelaksanaan Tri Dharma, kami mengakomodir karya ilmiah dalam bentuk riset dari para akademisi yaitu dosen dan mahasiswa terutama S2 atau S3,” ungkapnya, Minggu (4/10/2020).

Dalam konferensi kali ini, STIESIA Surabaya menghadirkan tiga pakar yang menjadi pembicara untuk membahas bagaimana bisnis di masa mendatang terutama di era digital.

Mereka bertiga ialah Prof. Abdul Talib Bon dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia, Prof. Noel Scott dari University of Sunshine Coast Australia, dan Dr. Marlon Astillero dari International College of Rajamangala University of Technology Krungthep Bangkok Thailand.

Lebih dari 134 makalah dipresentasikan di hadapan seluruh partisipan dari akademisi maupun praktisi baik dalam negeri maupun luar negeri secara virtual. Karya ilmiah ini outputnya akan didistribusikan kepada publik agar bermanfaat untuk pengembangan ilmu dan pengembangan aspek praktis yang dapat diimplementasikan kepada masyarakat.

“Hari ini berbagai karya ilmiah dipresentasikan agar dapat dipublikasikan kepada jurnal terakreditasi ataupun jurnal internasional,” pungkasnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar