Pendidikan & Kesehatan

Bahagianya Anak-anak Pinggiran Hutan Menikmati Internet Gratis

Guru SDN Plabuhan I mendampingi muridnya belajar secara daring

Jombang (beritajatim.com) – Empat bocah berseragam pramuka itu sedang sibuk di sebuah ruangan. Masih-masing anak menghadap layar monitor. Tangan kanan mereka sibuk menggerakkan mouse komputer. Sesekali, mereka menekan tombol enter.

Nah, ketika sesuatu yang dicari muncul di layar monitor, wajah merekah langsung sumringah. Selain membuka website tentang pendidikan, anak-anak yang masih duduk di bangku kelas V SD (sekolah dasar) ini juga memutar youtube. Mereka menyimak pembelajaran sesuai dengan tema.

Empat pelajar ini adalah Jesika Melani Andarista, Prianka, Deni Yuniawati, serta Wulan. Mereka merupakan murid kelas V SDN Plabuhan I, Kecamatan Plandaan, Jombang. Selain empat murid, di ruangan yang berukuran 5×6 meter itu juga ada dua orang guru, yakni Anis Setyowati dan Umam Rosyadi.

Baik murid maupun guru yang ada di ruangan itu semuanya mengenakan masker. Masing masing murid juga duduk dengan jarak yang diatur sedemikian rupa. Satu meja panjang berisi dua monitor dan dua murid. Meja tersebut diberi sekat dari plastik tembus pandang. Anis dan Umam tak henti memperhatikan pekerjaan muridnya. Lagi-lagi, mereka tetap menjaga jarak.

“Senang sekali belajar di sini. Karena ada jaringan internet gratis. Sebelumnya di desa kami tidak ada jaringan internet. Ini pertama kali kami melakukan pembelajaran dengan internet gratis,” kata Jesika yang sedang menyusun tugas Bahasa Indonesia tentang jenis-jenis pantun.

Sedangkan Prianka, yang duduk berjarak sekitar satu meter sebelah Jesika tak kalah sibuk. Dia membuka youtube, kemudian melakukan pencarian mata pelajaran yang sedang diajarkan. “Nah, itu sudah muncul. Semua pelajaran ada di situ,” kata Anis yang membimbing Prianka mencari materi-materi mata pelajaran.

Guru SDN Plabuhan I Anis Setyowati mengatakan, Kamis (17/12/2020) adalah hari pertama anak didiknya menyentuh internet. Memang selama ini sekolahnya belum pernah menggelar pendidikanm tatap muka. Sebagai gantinya, pembelajaran dalam jaringan (daring atau online) dilakukan.

Bagi sekolah yang berada di kota, kebijakan tersebut tidak menemui kendala. Namun bagi sekolah yang berada di pinggiran hutan seperti SDN Plabuhan, justru mendapatkan masalah baru. Pasalnya, di kawasan tersebut miskin sinyal. Desa Plabuhan meruapakan kawasan pinggiran. Lokasi berada di utara Sungai Brantas yang melintasi Jombang.

“Biasanya kita beri tugas satu per satu, kemudian dikumpulkan. Itu untuk menghindari tatap muka. Selain susah sinyal, tidak semuan murid memiliki smart phone. Makanya dengan adanya rumah pintar yang menyediakan internet gratis ini sangat membantu kami,” kata Anis.

Dihadiri Kapolres dan Wabup Jombang

Wabup Sumrambah menggunting pita didampingi Kapolres AKBP Agung Setyo Nugroho

Keberadaan rumah pintar Sidiki (Sinergi Peduli Anak Negeri) Tangguh Semeru 2020 di Desa Plabuhan itu tidak lepas dari upaya Polres Jombang. Oleh karena itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho meresmikan tempat tersebut yang didampingi Wabup Jombang Sumrambah.

Peresmian ditandai dengan menekan tombol dan pengguntingan pita yang membentang di pintu masuk rumah pintar Sidiki (Sinergi Peduli Anak Negeri). Kapolres dan Wabup kemudian masuk ke ruangan itu. Mereka menyapa empat anak SD yang sedang duduk menghadap layar komputer. Dialog antara anak-anak pinggiran dengan Wabup pun mengalir. Wabup menanyakan nama para pelajar itu, yang disambut dengan jawaban lugu khas anak-anak.

Kapolres Jombang mengatakan, rumah pintar tersebut diharapkan bisa menjadi solusi bagi anak-anak desa yang kesulitan melakukan pembelajaran daring. Karena di rumah pintar tersebut disediakan sejumlah fasilitas. Diantaranya jaringan internet/wifi gratis. Kemudian ada empat unit komputer. Praktis, selain untuk pembelajaran, juga bisa untuk zoom meeting.

“Ini merupakan rumah pintar kedua yang diinisiasi oleh Polres Jombang. Rumah pintar yang pertama berada di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh. Di Desa Marmoyo juga susah sinyal. Akhirnya kami mendirikan rumah pintar di balai desa setempat. Sekali lagi, ini untuk membantu anak-anak yang melakukan pembelajaran daring,” kata Agung Setyo Nugroho.

Agung mengatakan, ide itu berawal ketika dirinya mendapatkan laporan dari Babhinkatibmas bahwasannya ada sejumlah desa yang menghadapi kendala dalam pembelajaran daring. Kapolres kemudian melakukan kordinasi, termasuk dengan Pemkab Jombang.

Dari situ, polisi kemudian mengecek komputer yang tersimpan di gudang sarpras (sarana prasarana) Polres Jombang. Komputer yang rusak ringan tersebut dilakukan perbaikan. “Ada empat komputer yang bisa kita perbaiki. Kemudian kita kirim ke Desa Plabuhan untuk dimanfaat di rumah pintar. Kita juga mendirikan antena untuk internet yang merupakan bantuan dari Pemkab Jombang. Alhamdulillah hari ini kita resmikan dan bisa digunakan untuk belajar daring,” lanjut Agung.

Wabup Sumrambah mengapresiasi upaya yang dilakukan Polres Jombang dalam membantu anak-anak desa agar tetap bisa belajar dalam situasi pandemi. Menurut Sumrambah, wilayah Kabupaten Jombang yang berada di Utara Sungai Brantas paling banyak didera permasalahan jaringan internet. Yakni Kecamatan Plandaan, Kabuh, Ngusikan.

“Selain itu juga ada beberapa desa di Kecamatan Wonosalam. Dengan adanya rumah pintar Sidiki Tangguh Semeru 2020, anak-anak di kawasan susah sinyal, tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Kami memberikan apreasiasi Polres Jombang yang telah menginisiasi program ini,” kata Sumrambah.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menyerahkan bantuan sembako

Selain Kapolres dan Wabup, peresmian rumah pintar itu juga dihadiri kepala desa (Kades) yang ada di Kecamatan Plandaan. Acara menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Untuk mengindari kerumunan, kursi tamu ditata dengan menerapkan jarak.

Sedangkan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan sambutannya secara virtual dari Pendapa Pemkab. Dalam sambutannya, bupati mengabarkan bahwa dirinya sudah sehat. Hasil uji swab terakhir menunjukkan negatif.

Bupati juga mengimbau agar penerapan protokol kesehatan terus dilakukan. Yakni dengan melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). “Alhamdulillah saya sudah negatif. Ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi kita semua agar tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Mundjidah.

Dalam forum tersebut, Kapolres dan Wabup Jombang menerahkan bantuan peralatan prokes kepada masing-masih kepala desa. Kemudian melakukan penyematan rompi deklrarasi peningkatan disiplin penanganan Covid-19 kepada Kades. Terakhir, Kapolres Jombang menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19. [suf]

Wabup Sumrambah dan Kapolres Agung Setyo Nugroho memantau pembelajaran daring di rumah pintar


Apa Reaksi Anda?

Komentar