Pendidikan & Kesehatan

Ayah Adalah Lelaki Pertamaku yang Bisa Jadi Penjara, Kisah Kelam Masa Lalu atau Pedoman Hidupku

Surabaya (beritajatim.com) – Bagi kebanyakan wanita, sosok ayah adalah idaman. Karena sosok ayah adalah inspirasi hidup, pengayom, mentor, guru, superhero atau bahkan pemadam kebakaran. Tapi, ada juga sosok ayah menjadi cerita kelam. Dan semua itu, tertuang dalam buku Hidup Ini Indah Beib (HIIB) seri ke IV.

Buku yang diluncurkan pertama kali di Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (10/9/2019), ditulis oleh 26 wanita hebat di Kota Surabaya.

Selain wanita berlatarbelakang penulis, beberapa diantara 26 penulis buku berjudul “Lelaki Pertamaku” ini, juga berlatarbelakang peneliti dan bahkan wakil rakyat.

Wina Bojonegoro, salah satu penulis dan juga CEO Padmedia, penerbit buku Lelaki Pertamaku menjelaskan, para penulis ada yang saling kenal dan tidak kenal. Sehingga karyanya pun, menjadi beragam tak seperti yang ia harapkan.

Bagaimana tidak, para penulis banyak yang menyampaikan sisi positif dan sisi negatif kehadiran sang ayah bagi mereka. “Awalnya saya berfikir bahwasanya sosok sang ayah ini adalah sosok yang hebat dan segalanya positif,” katanya kepada beritajatim.com.

“Tapi ternyata, ada yang menulis bahwasanya ayah adalah penjara dan menyimpan kisah kelam,” lanjutanya.

Meski kelam, karya 26 wonder woman hebat di Kota Pahlawan ini membubuhkan ceritanya tentang ayah yang menjadi lelaki pertama seperti judul buku setebal 258 muka ini. Bagi Wina, penulis buku tentang sosok wanita ini pun ingin menularkan “virus” menulis buat kaum hawa di Kota Surabaya. “Awalnya hanya ingin mengajak para wanita agar mau menulis buku yang tentunya berguna buat semua orang,” sahut Wina.

Sementara buat Rizka Oktarianti, salah seorang penulis buku antologi esai inspiratif ini mengaku bahwa ayah adalah inspirasi hidupnya. Karya tulisan sembilan muka di buku berjudul Lelaki Pertamaku ini ia utarakan semua tentang ayahnya. “Cerita hidup keluargaku mengingatkan akan cerita film berjudul Keluarga Cemara,” katanya.

Gadis berjulbab yang juga dosen muda di Universitas Airlangga ini mengaku bahwa ia harus menjual makanan layaknya film fenomenal di Indonesia ini. “Ayah adalah panutan, lelaki pertama yang membuat nyaman dan memberikan semua solusi terbaik buat perjalanan hidup wanita,” lanjut gadis yang biasa di sapa Acha ini.

Meski begitu, buku yang ditulis oleh 26 wanita hebat di Kota Surabaya ini bisa menjadi inspirasi buat kaum adam yang kelak akan menjadi ayah buat anaknya.

Pada karya tulis keduanya usai karya pertama yang berjudul Wisdom From a Smal City, Acha lebih cenderung menyiratkan perasaanya kepada sang ayah yang membangun jiwa dan hidupnya. “Terima kasih ayah, kau telah sempurnakan perjalanan hidupku,” ujar gadis lulusan S2 Molecular Live Science, Wageningen University and Research, Netherlands, Belanda ini. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar