Pendidikan & Kesehatan

Awi: Yang Terpapar Covid-19 dari PDIP itu Saya, Bu Dyah, Bu Maryam

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono jalani isolasi setelah terpapar covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono yang akrab disapa Awi menyampaikan secara terbuka ke publik bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Hal itu dia ketahui berdasarkan uji usap (swab) berbasis PCR pada Selasa, 8 Juni 2021.

Awi mengirimkan foto sedang berjemur diri di bawah sinar matahari (caring), di sebuah Rumah Sakit Surabaya tempatnya dirawat. “Berjemur dulu,” ujarnya dalam foto itu, Jumat (11/6/2021).

Sebelum terpapar Covid-19, Awi melakukan sejumlah kegiatan kedewanan, kepartaian dan termasuk ziarah ke Makam Bung Karno Blitar pada 5 Juni 2021 dengan menggunakan 4 bus, 2 hiace dan mobil-mobil pribadi.

“Bus bisa kapasitas 25 orang, tapi kami isi maksimal 13 orang, sehingga ada space untuk jaga jarak. Hiace kapasitas 15, tapi kami isi maksimal 6, agar bisa jaga jarak. Semua harus pakai masker. Kami jalankan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Siapa saja yang terpapar dari Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya? “Yang pasti saya, Bu Maryam dan Bu Dyah Katarina. Saya naik mobil pribadi ke Blitar, Bu Maryam naik mobil pribadi dan Bu Dyah Katarina naik mobil pribadi,” jelasnya.

Bagaimana dengan Abdul Ghoni? “Sejauh ini Mas Ghoni mengaku aman. Mungkin hanya kelelahan, perlu diinfus vitamin beliau. Maklum, selalu Kepala Badan Kebudayaan Nasional DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Mas Abdul Ghoni Mukhlas mengawal banyak kegiatan sejak akhir Mei,” imbuhnya.

Tentang bus DPRD Kota Surabaya, Awi menjelaskan protap (prosedur tetap) sejak pandemi. Jika bus habis dipakai, harus disemprot disinfektan. “Itu prosedur standar yang harus dijalankan. Jadi, bukan semata karena ziarah 5 Juni lalu,” tukasnya.

Selain itu, bus itu banyak dipakai elemen masyarakat Surabaya, sehingga harus diupayakan sehat. “Kemudian, Bu Maryam (anggota F-PDIP DPRD Surabaya) yang juga Ketua Panitia Ziarah ke Makam Bung Karno kemungkinan besar beliau terpapar sebelum di Blitar. Bisa satu, dua atau tiga hari sebelumnya. Tapi baru terasa demam setelah tiba di Blitar, dan langsung izin pulang periksa kesehatan, periksa dokter, dan karantina kesehatan. Jadi, tidak sempat ada kontak fisik dengan peserta ziarah yang lain,” pungkasnya. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar