Pendidikan & Kesehatan

Awas! BOR Isolasi Pasien Covid-19 di Ponorogo Lebih dari 90 Persen

Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Heni Lestari

Ponorogo (beritajatim.com) – Penambahan setiap hari kasus positif Covid-19 di Ponorogo, membuat tempat isolasi di beberapa rumah sakit rujukan hampir penuh.  Data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo tertanggal 21 Juni 2021, Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi tercatat mencapai 94,5 persen. BOR isolasi yang lebih dari 80 persen, dikategorikan berada di zona hitam. Atau dari ketersediaan tempat tidur sebanyak 127 kapasitas, kini sudah terpakai sebanyak 120 tempat tidur.

“Ruang isolasi Covid-19 angkanya tinggi, sekitar 90 persen lebih atau bisa dikatakan hampir penuh semua di rumah sakit rujukan, ” kata Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Heni Lestari, Selasa (22/6/2021).

Oleh karena itu, Heni berharap dalam waktu dekat untuk ruang isolasi ada penambahan tempat tidur. Sehingga kasus yang dirujuk ke rumah sakit bisa langsung ditangani. Sebab banyaknya penambahan kasus ini, membuat rujukan kasus terkendala. Pasien banyak yang tertahan di instalasi gawat darurat (IGD). Selain padat, mungkin ruang isolasinya masih dipersiapkan. Disterilkan dari pasien rawat inap yang pulang dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah.

“Ruang isolasi kita dianggap kurang, ya semoga dalam waktu dekat  akan ada penambahan tempat tidur,” katanya.

Sementara untuk BOR ICU di Ponorogo masih di zona kuning. Yakni diangka 53,8 persen. BOR ICU ini dizona kuning, karena memang kapasitas tempat tidurnya di ICU ditambah. Sedangkan BOR di rumah karantina shelter sentra industri kampung reyog masih lebih baik. Yakni terisi sebanyak 43,2 persen.

Kalau BOR di rumah karantina yang di shelter sentra industri kampung Reyog itu tidak ada 50 persen,” katanya.

Heni menambahkan untuk case fatality rate Covid-19 akhir-akhir ini agak parah. Dia tidak mau menyebutkan angkanya. Hanya saja dirinya menyebut jika pihak BPDB Ponorogo dan petugas pemakaman Covid-19 minggu ini bekerjas keras. Sebab angka yang meninggal akibat Covid-19 jumlahnya lumayan.

“Bulan lalu angkanya tinggi sekali, namun minggu ini memang agak lumayan untuk teman-teman petugas pemakaman,” pungkasnya.

Untuk diketahui, persebaran Covid-19 di Ponorogo, berdasarkan data dari instagram @dinkesjatim, jumlah kasus kumulatif positif mencapai 4.508 kasus. Dengan tingkat kesembuhan mencapai 3.885 pasien. Sementara untuk pasien meninggal karena Covid-19 mencapai 481 orang, dengan kasus aktif sebanyak 142 orang. Tingginya kasus aktif yang masih mencapai ratusan tersebut, warga Ponorogo diharap selalu waspada. Untuk menekan penularan virus corona salah satunya yang sederhana yakni menaati dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar