Pendidikan & Kesehatan

Atap SMP Negeri di Gresik Ambruk

Gresik (beritajatim.com) – Atap sekolah SMP Negeri 1 Menganti, Gresik ambruk. Padahal, tidak ada angin kencang ataupun hujan deras. Diduga atap sekolah yang ambruk itu karena kayunya sudah lapuk.

Kepala Sekolah SPM N 1 Menganti Zakariya mengatakan, gedung itu atapnya lapuk karena dimakan rayap.

“Saat ambruk ruangannya sudah kami kosongkan. Sebab, sewaktu dilihat kayunya sudah bergelombang. Kami kuatir kalau ruangannya dipakai bisa membahayakan,” ujarnya, Selasa (12/03/2019).

Akibat kejadian itu lanjut Zakariya, siswanya diarahkan di aula untuk sementara waktu, sambil menunggu perbaikan.

“Ada tiga ruang kelas yang roboh, yakni 7 A, B dan C. Bila nanti ruang ini sudah dibangun, maka anak-anak akan dikembalikan lagi seperti semula,” paparnya.

Untuk menghindari terjadinya yang tidak diingkan. Pihak SMPN 1 Menganti melarang siswanya untuk bermain di sekitar lokasi.

“Dinas sudah merencanakan rehab, tapi sampai sekarang belum terealisasi, akibat gagal lelang. Tapi masalahnya, kalau ada pertemuan guru, kita dilaksanakan di masjid,” ungkap Zakariya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Managemen Pendidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Suwono membenarkan atap gedung di SMP 1 Menganti itu ambrol. Namun, saat berada di lokasi kemarin Suwono memastikan tidak ada korban jiwa.

“Gedung yang dulunya untuk ruang kelas itu sudah lama tidak difungsikan. Sudah setahun tidak digunakan. Mengingat gedung tersebut memang sudah tidak layak. Perlu direhab,” ujarnya.

Ia menambahkan, rehabilitasi gedung SMP 1 Menganti itu sebetulnya sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Karena masalah anggaran, rehabilitasi ditunda. “Ya tahun lalu itu sudah direncanakan. Namun anggarannya tidak mencukupi sehingga ditunda,” tambahnya.

Kendati demikian kata Suwono, gedung yang atapnya roboh itu sudah masuk anggaran tahun 2019. Tahun ini sudah masuk daftar gedung yang akan dibangung.

“Kami sudah menganggarka Rp 500 juta untuk rehab ruang kelas. Kemudian Rp 100 juta untuk rehab perpustakaan,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar